cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Penjatuhan sanksi baru ini diumumkan Trump saat menanggapi serangan rudal Iran terhadap markas tentara AS di Irak.

"Saat kita terus mengevaluasi opsi-opsi dalam merespons agresi Iran, Amerika Serikat akan segera memberlakukan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran," ujar Trump saat menyampaikan pidato nasional dari Gedung Putih pada Rabu (8/1) malam.

"Sanksi-sanksi yang kuat ini akan tetap berlaku hingga Iran mengubah perilakunya," tegasnya.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal sanksi ekonomi yang dimaksud. Pernyataan terbaru Trump itu membuat banyak pihak bertanya-tanya soal sanksi apa yang tersisa untuk Iran.

Diketahui bahwa pemerintah AS telah memberlakukan seluruh sanksi yang sempat dicabut di bawah kesepakatan nuklir tahun 2015. Namun masih ada ruang untuk meningkatkan sanksi dan menaikkan level 'kampanye tekanan maksimum' terhadap Iran. Beberapa pihak berargumen bahwa Trump bisa saja menyerukan pemberlakuan kembali seluruh sanksi internasional Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Lembaga-lembaga pemerintah AS yang terlibat dalam pemberlakuan sanksi -- Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan -- tidak mengungkapkan apapun sebelumnya untuk mencegah target-target sanksi untuk mengambil langkah menghindar.

Namun, pemerintah AS tetap memiliki wewenang luas untuk memperluas sanksi-sanksi terhadap sektor finansial, energi, perkapalan dan militer Irak. Pemerintah AS juga bisa menargetkan pejabat-pejabat Iran secara individu dan keluarga mereka dengan sanksi, termasuk membekukan aset dan memberlakukan larangan perjalanan.

Tidak hanya itu, pemerintah AS juga bisa meningkatkan tekanan dengan mengancam individu dan perusahaan asing dengan hukuman sipil dan pidana jika mereka ketahuan melakukan bisnis dengan pihak Iran yang mendapatkan sanksi.

Dalam pidato yang sama, Trump menyatakan bahwa tidak ada satupun warga atau tentara AS yang menjadi korban serangan rudal Iran di Irak pada Rabu (8/1) dini hari waktu setempat. Militer Irak sebelumnya menyebut 22 rudal Iran mengenai dua pangkalan militer di Ain al-Asad dan Arbil.

"Kita tidak mendapati korban jiwa, seluruh tentara kita aman, dan hanya kerusakan minim yang dialami pangkalan militer kita. Pasukan Amerika yang hebat telah siap untuk apapun," kata Trump, yang juga menyebut tidak ada personel militer Irak yang menjadi korban.

Trump dalam pidatonya juga menyatakan akan meminta NATO untuk meningkatkan keterlibatan di kawasan Timur Tengah. Permintaan ini tak terduga mengingat Trump sebelumnya selalu mempertanyakan relevansi NATO dan bertikai dengan beberapa negara anggota NATO, seperti Inggris, Jerman dan Prancis, soal pendekatan terhadap Iran.

"Hari ini, saya akan meminta NATO untuk lebih banyak terlibat dalam proses Timur Tengah," ucap Trump.

Trump tidak memberi penjelasan lebih lanjut soal keterlibatan seperti apa yang diinginkannya dari 29 negara anggota NATO. Namun bulan lalu, dia menyerukan sekutu-sekutu NATO untuk lebih gencar dalam memerangi sisa-sisa kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), termasuk menarik pulang dan mengadili militan asing di negara asal mereka.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 155 kali