cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...
cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...

Teheran(MedanPunya) Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa serangan rudal terhadap markas pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak, pekan lalu, tidak bertujuan untuk membunuh tentara-tentara AS.

"Tujuan kami bukanlah untuk membunuh tentara-tentara musuh. Itu tidaklah penting," tegas Panglima Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami.

Penegasan Salami itu merujuk pada operasi serangan rudal Iran untuk membalaskan kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani -- Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran yang tewas dalam serangan drone militer AS di Irak pada 3 Januari lalu.

"Penghancuran fisik (yang disebabkan rudal) hanya karena kami ingin mengatakan bahwa kami jauh lebih superior daripada musuh dan bahwa kami bisa mengenai titik manapun yang kami pilih," imbuhnya.

Iran meluncurkan serentetan rudal balistik ke dua pangkalan militer Irak yang menjadi markas pasukan AS dan tentara asing lainnya pada Rabu (8/1) lalu. Pemerintah AS menegaskan tidak ada personel militer AS yang menjadi korban serangan rudal Iran.

Serangan rudal terhadap target markas pasukan AS itu disebut Iran sebagai pembalasan atas kematian Soleimani.

Beberapa jam usai serangan rudal, Iran secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat penumpang maskapai Ukraina. Pesawat milik maskapai Ukraine International Airlines itu terkena rudal saat baru lepas landas dari Teheran. Seluruh 176 penumpang dan awak tewas dalam insiden yang telah diakui Iran sebagai kesalahan yang menjadi bencana besar.

Komandan Dirgantara pada Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh, menerima tangguh jawab penuh atas jatuhnya pesawat maskapai Ukraina itu.

Pada Minggu (12/1) waktu setempat, Salami memberikan penjelasan soal insiden tersebut kepada parlemen Iran dalam rapat tertutup, setelah diperintahkan Presiden Hassan Rouhani untuk memberi penjelasan.

Otoritas Iran telah mengundang para pakar dari Kanada, Prancis, Ukraina dan AS untuk terlibat dalam penyelidikan kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-800 tersebut.

"Kami tidak menyentuh apapun. Kami tidak memindahkan bangkai pesawat, kami tidak mengubah lokasi kejadian, kami tidak memindahkan sistem pertahanan udara dan kami tidak merekayasa bacaan radar," tegas Salami kepada wartawan setempat.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 12 kali