cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Riyadh(MedanPunya) Pihak berwenang Arab Saudi mengkarantina sebuah kawasan di bagian timur serta menutup sementara semua sekolah dan universitas di seluruh kerajaan itu dari Senin (09/03) hingga waktu yang belum ditetapkan akibat wabah virus corona.

Rangkaian kebijakan itu ditempuh mengingat jumlah total kasus positif virus corona telah mencapai 15 kasus, sebut Kementerian Kesehatan Arab Saudi).

Di antara 15 kasus tersebut, ada empat kasus yang baru dilaporkan pada Senin (9/3). Keempat kasus itu mencakup satu warga Saudi, dua warga Bahrain, dan satu warga Amerika Serikat.

Arab Saudi telah menangguhkan perjalanan ke sembilan negara bagi warganya sekaligus menolak orang-orang dari negara-negara tersebut atau siapapun yang berada di sana selama 14 hari terakhir.

Kesembilan negara itu mencakup Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Libanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia, dan Irak.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk mengkarantina Qatif, kawasan penghasil minyak di bagian timur negeri.

Tak seorang pun boleh masuk atau keluar dari daerah tersebut untuk sementara, sebut keterangan Kementerian Dalam Negeri seperti dilaporkan kantor berita Saudi (SPA).

Semua layanan, baik sektor umum maupun swasta juga dihentikan sementara, kecuali layanan darurat seperti apotek dan stasiun pengisian bahan bakar umum.

Penutupan wilayah belum pernah dilakukan oleh negara-negara di kawasan Teluk sejak virus corona mewabah.

Dari 11 kasus virus corona di Saudi, semuanya berasal dari wilayah berpenduduk 500.000 orang itu.

Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas naiknya jumlah kasus virus corona di dalam wilayah Saudi, seraya mengecam Teheran lantaran membolehkan warganya masuk tanpa memberikan cap pada paspor mereka.

Terdapat berbagai tempat suci dan napak tilas di Iran bagi umat Syiah, yang mencapai antara 10% hingga 15% dari 32 juta populasi Saudi.

Sejauh ini, Iran melaporkan terdapat 194 orang meninggal dunia akibat virus corona.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 106 kali