cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

New York(MedanPunya) Pimpinan Senator Minoritas, Chuck Schumer dan dua orang senator Demokrat lainnya sedang menyiapkan surat kepada Presiden AS Donald Trump berisi permintaan agar Trump mendeklarasikan virus corona sebagai darurat nasional.

Sampai kini masih belum diketahui kapan surat itu akan dilayangkan. Meski begitu, dilansir dari sebuah sumber, Presiden Donald Trump sendiri pada Rabu lalu (11/3) sedang mempertimbangkan hal serupa yakni deklarasi darurat nasional.

Meski sebelumnya, Trump ragu untuk mendeklarasikan situasi darurat nasional terkait virus corona karena enggan menimbulkan kepanikan yang dramatis.

Sebagai gantinya, Trump diperkirakan akan menandatangani dalam beberapa hari ke depan, apa yang Gedung Putih sebut memungkinkan pemerintah Federal menutupi pinjaman usaha kecil, gaji untuk pekerja per jam dan menunda tagihan pajak.

Hal itu diperkirakan mampu meningatkan ekonomi tanpa menunggu Kongres untuk menandatangani paket stimulus ekonomi.

Paket stimulus ekonomi yang dimaksud di antaranya berisi gagasan Trump dan Wakil Presiden Mike Pence akan pemotongan pajak gaji yang luas, rencana infrastruktur, cuti sakit yang dibayar untuk karyawan bekerja per jam dan potensi keterlambatan perkiraan pembayaran pajak beberapa orang AS.

Dilansir dari CNN pada Rabu (11/3) lalu menerangkan bahwa Schumer bersama senator Demokrat Patty Murray dari Washington dan Gary Peters dari Michigan akan meminta deklarasi formal.

Deklarasi formal terkait darurat nasional ini yang akan memberikan akses kepada Federal Emergency Management Agency (FEMA) sebanyak 40 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 578 triliun dalam Dana Bantuan Bencana.

Dana itu diberikan untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal saat mereka memerangi wabah.

FEMA saat ini menyediakan dukungan kepada negara rekanan dan bekerja intens dengan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

CDC sendiri telah mengeluarkan petunjuk (guidance) terkait karantina untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sementara pada jumat lalu, Trump sudah menandatangani tagihan pengeluaran sebanyak 8,3 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 578 juta untuk penanganan virus corona.

Dana sebanyak itu sudah termasuk tiga milliar dollar AS untuk riset dan pengembangan vaksin, uji virus corona dan perawatan medis, sebesar 2,2 miliar dollar AS untuk membantu aktivitas kesehatan publik dalam pencegahan, persiapan dan respon.

Juga sebanyak 1,25 milliar dollar AS untuk upaya membantu usaha internasional yang bertujuan menghentikan penyebaran virus.

Ada tambahan biaya lain sebesar 500 juta dollar AS untuk meringankan program "telehealth" yang memungkinkan orang sakit mendapatkan perawatan tanpa perlu mengunjungi dokter.

Jumlah tersebut merupakan peningkatan substansial dari 2,5 miliar dollar AS dari dana darurat yang awalnya diusulkan Gedung Putih.

Kini, lebih dari 1.000 orang di AS telah mengidap virus corona. Setidaknya sebanyak 17 negara bagian telah mendeklarasikan darurat yang memungkinkan mereka membuat regulasi tertentu.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 120 kali