Cetak halaman ini

Wellington(MedanPunya) Pria asal Australia yang dituduh telah membunuh 51 orang Brenton Tarrant dalam serangan teror di dua masjid Christchurch (Selandia Baru) telah mengakui perbuatannya melakukan serangan.

Dalam persidangan sebelumnya yang dilakukan pertengahan Juni tahun 2019 Brenton Tarrant pernah mengaku tidak bersalah.

Namun Kamis pagi (26/3) ia mengubah pernyataannya, dengan mengakui perbuatannya lewat sebuah tayangan video di Pengadilan Tinggi Christchuch.

Brenton, usia 29 tahun, juga mengaku bersalah atas 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan aksi terorisme.

Penjatuhan hukuman akan dilakukan pada tanggal yang belum ditentukan.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan penjatuhan hukuman akan dilakukan jika memungkinkan bagi para korban untuk dapat menghadiri persidangan.

Sidang mendadak yang dilakukan hari Kamis ini dilakukan atas permintaan Brenton.

Para imam dari dua masjid yang diserang ikut hadir, namun karena pandemik virus corona, hanya 17 orang yang diizinkan berada di ruang sidang.

Pihak berwenang kemudian mendesak agar pengguna jejaring sosial tidak membagikan atau menonton videonya, selain berupaya menghapusnya dari internet.

Undang-undang soal kepemilikan senjata di Selandia Baru langsung diubah setelah serangan teror tersebut.

Sebelumnya terungkap jika Brenton memiliki izin untuk memiliki senjata, sehingga secara sah ia bisa mendapatkannya.

Brenton diketahui pernah menarik permohonannya untuk memindahkan persidangan dari kota Christchurch ke Auckland.

Tapi pengacaranya menolak menjawab pernyataan mengapa kliennya itu memutuskan mencabut permohonan tersebut.

Simak perkembangan beritanya lewat artikel dalam Bahasa Inggris berikut ini.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 90 kali