cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Washington(MedanPunya) Minggu (29/3), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa tingkat kematian COVID-19 di AS akan mencapai puncaknya dalam dua pekan ke depan.

"Paskah seharusnya menjadi puncak angkanya," kata Trump. Hari besar umat Kristen tersebut jatuh pada 12 April mendatang.

"Pemodelan memperkirakan bahwa puncak tingkat kematian kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu," ujarnya saat memberikan pernyataan pers di Gedung Putih.

"Dari sana harusnya angkanya akan mulai turun, dan kita berharap dari titik itu, penurunannya bisa signifikan," tambahnya.

Trump juga mengatakan bahwa pemerintah telah memperpanjang pedoman "social distancing" hingga 30 April mendatang untuk memperlambat penyebaran virus.

Virus corona telah menginfeksi setidaknya 140.000 warga AS dan menewaskan lebih dari 2.400 orang.

Trump mengatakan bahwa dengan membatasi jumlah kematian hingga 100.000 atau 200.000 merupakan "pekerjaan yang baik". Ia menyebut bahwa pemerintahannya telah berhasil menurunkan jumlah potensi kematian akibat COVID-19 dari perkiraan sebelumnya, yaitu lebih dari 2 juta kematian.

Sebelumnya, Direktur Institut Nasional AS untuk Penyakit Menular dan Alergi, Dr Anthony Fauci memperkirakan bahwa pandemi COVID-19 dapat menyebabkan 100.000 hingga 200.000 kematian di AS.

Fauci, yang juga merupakan anggota gugus tugas virus corona bentukan Trump dengan cepat menambahkan, "saya tidak ingin berpatokan pada hal itu … Ini adalah angka yang terus bergerak sehingga Anda bisa dengan mudah menjadi salah dan menyesatkan orang".

Lebih jauh, Trump mengatakan bahwa ia berharap AS "akan berada dalam proses pemulihan" pada 1 Juni mendatang, turun dari target Paskah yang sebelumnya ia sampaikan.

Ia juga mengatakan bahwa akan ada pengumuman "penting" pada Selasa (31/3) tentang rencana dan strategi pemerintah ke depan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 82 kali