cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Washington(MedanPunya) Informasi intelijen yang dibagikan di kalangan negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa 'sangat tidak mungkin' menyebarnya virus Corona (COVID-19) merupakan insiden di laboratorium Wuhan, China. Informasi intelijen itu justru mengindikasikan virus Corona berasal dari sebuah pasar di China.

Informasi tersebut disampaikan dua pejabat negara Barat yang mengutip penilaian intelijen yang dibagikan di kalangan negara-negara anggota Five Eyes -- aliansi intelijen yang terdiri atas Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan AS.

Informasi intelijen ini diketahui kontradiktif dengan klaim yang sebelumnya disampaikan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menyebut virus Corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China -- titik nol pandemi virus Corona.

"Kami berpikir bahwa sangat tidak mungkin itu merupakan sebuah insiden," sebut seorang pejabat diplomatik negara Barat yang memahami informasi intelijen itu.

"Sangat mungkin itu muncul secara alami dan bahwa penularan terhadap manusia berasal dari interaksi alami antara manusia dan hewan," imbuhnya.

Menurut pejabat tersebut, negara-negara anggota Five Eyes yang saling berbagi informasi intelijen telah sepakat dengan penilaian tersebut.

Namun demikian, sumber ketiga yang juga berasal dari salah satu negara anggota Five Eyes, menuturkan kepada CNN bahwa masih ada kemungkinan bahwa virus Corona berasal dari sebuah laboratorium. Namun dia memperingatkan bahwa belum ada teori yang sah mengenai itu.

Ditambahkan sumber ini bahwa 'jelas pasar menjadi tempat ledakannya', tapi bagaimana virus itu bisa sampai ke pasar, masih belum jelas.

Tanpa kerja sama dan transparansi lebih besar dari China, sebut sumber lainnya, sangat tidak mungkin untuk mengetahui asal virus Corona secara pasti.

Sumber ketiga menambahkan bahwa ada kemungkinan juga AS tidak membagi seluruh informasi intelijen yang dimilikinya. Level keyakinan dalam klaim Trump dan Pompeo soal virus Corona berasal dari laboratorium, patut menjadi perhatian.

Diketahui bahwa berulang kali, Trump dan Pompeo menyebut ada bukti yang menunjukkan virus Corona berasal dari Institut Virologi Wuhan. "Saya bisa memberitahu Anda bahwa ada sejumlah besar bukti bahwa ini berasal dari laboratorium itu di Wuhan," ucap Pompeo.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 60 kali