cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

New York(MedanPunya) Pandemi virus Corona telah merusak pasar tenaga kerja AS. Satu dari lima pekerja Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran pertama sejak pertengahan Maret, ketika kebijakan lockdown diberlakukan di seluruh negeri.

Total klaim tunjangan pengangguran awal yang diajukan sejak pertengahan Maret menjadi 33,5 juta. Klaim pengangguran berisi pekerja yang di-PHK atau cuti, dan tingkat itu mewakili sekitar 21% dari total angkatan kerja AS.

Angka tersebut terus bertambah tinggi hingga kini per minggu ada 200.000 orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada tambahan 3,2 juta pekerja yang mengajukan klaim pekan lalu.

Namun, klaim tunjangan pengangguran tidak semua berjalan lancar. Jika pekerja tidak memenuhi syarat saat mengajukan klaim, tunjangan yang akan didapat pun gagal.

Menanggapi krisis pengangguran, pemerintah AS menambah sektor pekerja yang akan mendapatkan tunjangan pengangguran. Penambahan termasuk pekerja kontraktor dan wiraswasta.

Data historis Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan penurunan pada pengangguran tenaga kerja AS dipatahkan secara jelas dengan kenyataan bahwa tenaga kerja AS dalam masa sulit.

"Data menunjukkan krisis ini telah menghantam seperti restoran dan bisnis ritel, tetapi sekarang telah mencapai setiap sudut ekonomi AS, dari manufaktur hingga industri kesehatan," kata Andrew Stettner, rekan senior di The Century Foundation .

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan lebih dari 20 juta orang kehilangan pekerjaan di AS padaa April lalu. Laporan pekerjaan resmi Biro Statistik Tenaga Kerja yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan akan ada 22 juta orang kehilangan pekerjaan dan tingkat pengangguran mencapai 16%. Ini menjadi PHK terburuk dalam sejarah AS.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 57 kali