cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Yaman(MedanPunya) Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan (STC) semakin meningkat. Padahal, negara Arab yang miskin itu juga tengah menghadapi wabah Corona.

Melonjaknya serangan terjadi hanya satu hari usai otoritas kesehatan setempat Yaman menyatakan kota pelabuhan selatan Aden sebagai "daerah endemis" setelah penyebaran virus Corona di antara warga kota itu.

Di provinsi Abyan, pasukan Yaman pro-pemerintah terlibat dalam konfrontasi bersenjata yang intens dengan unit militer STC yang mengendalikan Aden dan provinsi tetangga lainnya.

Sebuah sumber militer mengkonfirmasi bahwa pertempuran semakin intensif ketika pasukan pemerintah Yaman berusaha untuk maju dari kota pesisir Shuqrah di Abyan ke daerah lain yang dikendalikan oleh unit militer STC.

Sumber yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan,unit militer STC menghadapi serangan pemerintah dengan perlawanan sengit setelah berjam-jam pertempuran di dekat Shuqrah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yaman Mohammed al-Hadhrami mengatakan di akun Twitter resminya bahwa STC menolak panggilan pemerintah Yaman, koalisi yang dipimpin Arab Saudi, dan masyarakat internasional karena membalikkan deklarasi untuk "pemerintahan sendiri di selatan."

Dia mengatakan bahwa "STC juga terus mengacaukan keamanan dan stabilitas di pulau Socotra dan baru-baru ini di Abyan dengan melakukan mobilisasi militer yang provokatif."

Menteri Yaman menuduh dewan selatan yang berbasis di Aden "merusak institusi pemerintah, dan mengganggu kerja tim Kementerian Kesehatan untuk mengatasi pandemi COVID-19 di Aden."***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 48 kali