Kata Biden ke Israel: Rumah Sakit di Gaza Harus Dilindungi

Washington DC(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan kepada Israel, sekutu dekatnya, untuk melindungi rumah sakit yang ada di Jalur Gaza. Seruan itu disampaikan Biden ketika pertempuran sengit berlangsung antara pasukan militer Israel dan kelompok Hamas di area sekitar rumah sakit di Jalur Gaza.

“Menjadi harapan saya agar tidak ada tindakan yang terlalu mengganggu terkait rumah sakit,” cetus Biden saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, ketika ditanya soal apakah dirinya ingin menyampaikan keprihatinan kepada Israel soal kondisi rumah sakit di Jalur Gaza.

“Rumah sakit harus dilindungi,” tegas Biden. Hal itu disampaikan Biden saat menandatangani inisiatif penelitian kesehatan perempuan di Gedung Putih, bersama Ibu Negara Jill Biden, pada Senin (13/11) waktu setempat.

Disebutkan juga oleh Biden bahwa dirinya sedang ‘melakukan kontak dengan Israel’ mengenai masalah tersebut.

Biden juga mengungkapkan bahwa kesepakatan untuk ‘pembebasan para tahanan’ atau sandera masih dinegosiasikan dengan bantuan Qatar sebagai mediator.

Seorang dokter bedah yang bertugas dengan kelompok medis amal, Doctors Without Borders (MSF), menyebut ratusan orang saat ini terjebak di kompleks Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, rumah sakit utama dan terbesar di Jalur Gaza, dalam kondisi yang ‘tidak manusiawi’.

Sejak pasukan darat Israel memasuki wilayah Jalur Gaza pada akhir Oktober lalu dan dengan cepat mengepung Gaza City, pertempuran terkonsentrasi di area-area sekitar RS Al-Shifa. Israel bersikeras menuduh Hamas membangun markas militer di bawah kompleks RS Al-Shifa. Tuduhan itu telah dibantah keras oleh Hamas.

Para saksi mata melaporkan serangan udara yang intens kembali terjadi, dengan tank-tank dan kendaraan lapis baja berada dalam jarak hanya beberapa meter dari gebang kompleks RS-Al Shifa yang berada di jantung Gaza City — kota terbesar di Jalur Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Wilayah Palestina mengatakan pada Senin (13/11) pagi waktu setempat bahwa sedikitnya 2.300 orang — yang terdiri atas pasien, tenaga kesehatan, dan orang-orang yang mengungsi dari perang — berada di dalam kompleks RS Al-Shifa yang kini lumpuh.

RS Al-Shifa terpaksa menghentikan operasional pada akhir pekan, setelah kehabisan bahan bakar yang diperlukan untuk menjaga generator tetap berfungsi. Sedikitnya 650 pasien masih berada di dalam rumah sakit tersebut, yang mulai putus asa menunggu dievakuasi ke fasilitas medis lainnya oleh Palang Merah atau badan kemanusiaan netral lainnya.

Jalur Gaza telah bergantung pada generator selama lebih dari sebulan terakhir, setelah Israel memutus pasokan listrik menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober dan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah yang terkepung itu telah kehabisan bahan bakar.

Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan para dokter yang bertugas di fasilitas-fasilitas medis di Jalur Gaza memperingatkan bahwa kurangnya bahan bakar untuk generator akan bisa memicu banyak korban jiwa, termasuk bayi-bayi yang membutuhkan perawatan khusus.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version