Rabu, 13 Mei 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Kim Jong Un Disebut Takut Bernasib seperti Maduro, Khawatir Digulingkan AS

Rabu, 28 Januari 2026
kanal Dunia
19
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Seoul(MedanPunya) Operasi Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) yang berhasil menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bulan ini disebut memicu kekhawatiran besar di Pyongyang.

Seorang mantan diplomat Korea Utara menilai peristiwa itu membuat Kim Jong Un merasa dirinya juga rentan terhadap operasi “pemenggalan” kekuasaan.

Wawancara dengan AFP mengungkap kepanikan yang diyakini muncul di lingkaran kepemimpinan Korea Utara.

Lee Il-kyu, yang menjabat sebagai penasihat politik Korea Utara di Kuba dari 2019 hingga 2023, mengatakan, operasi cepat Washington di Caracas adalah skenario terburuk bagi pemimpin lamanya.

“Kim pasti merasa bahwa operasi yang disebut ‘pemenggalan’ itu sebenarnya mungkin dilakukan,” kata Lee, yang kini bekerja di lembaga pemikir yang didukung negara di Seoul.

Selama ini, kepemimpinan Korea Utara menuduh Washington berusaha menyingkirkan rezimnya dan menyatakan bahwa program nuklir serta misil mereka diperlukan sebagai penangkal terhadap dugaan upaya pergantian rezim oleh AS.

Namun menurut Lee, penggulingan Maduro kini akan memicu kepanikan di kalangan elite keamanan Korea Utara.

Kim akan “merombak seluruh sistem terkait keamanan pribadinya dan langkah-langkah penanggulangan jika terjadi serangan terhadap dirinya.”

Dari posnya di Havana—sekutu utama rezim sosialis Maduro—Lee bertugas mempromosikan kepentingan negara bersenjata nuklir itu di Amerika Latin.

Ia memainkan peran penting dalam negosiasi tingkat tinggi, termasuk mengamankan pembebasan kapal Korea Utara yang ditahan di Panama pada 2013, tugas yang membuatnya menerima penghargaan langsung dari Kim Jong Un.

Salah satu misinya yang terakhir adalah upaya yang akhirnya gagal untuk mencegah Kuba menjalin hubungan diplomatik dengan Seoul.

Namun, rasa frustrasi mendalam terhadap sistem membuatnya menjadi salah satu diplomat berpangkat tertinggi yang membelot dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya sudah muak,” katanya.

Ia mengatakan, penolakan kesempatan karier setelah menolak menyuap atasannya menjadi titik terakhir yang membuatnya memutuskan pergi.

Pelariannya nyaris gagal. Dalam momen hidup dan mati bagi keluarganya, Lee bersama istri dan putrinya sempat terjebak di bandara sebuah negara Amerika Tengah yang namanya tidak ingin ia sebutkan.

Meski sudah menyatakan niat membelot, petugas bandara bersikeras ia harus naik pesawat menuju Venezuela, yang hampir pasti akan membuatnya dikirim kembali ke Kuba.

Otoritas Kuba kemudian berkewajiban menyerahkannya ke Korea Utara—yang menurutnya sama dengan hukuman mati.

“Saya berjuang secara fisik dalam keputusasaan, mencoba menyelamatkan keluarga saya. Tapi tidak berhasil,” tuturnya.

Permohonannya akhirnya diterima ketika seorang diplomat Korea Selatan datang dan memberi tahu petugas bahwa Lee dan keluarganya kini berada di bawah perlindungan Seoul.

“Pada saat itu, semua petugas menghilang,” katanya.

“Jika melihat ke belakang, itu adalah momen yang menunjukkan kekuatan nasional Korea Selatan.”***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Amerika SerikatKim Jong Un
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Kereta Api Sribilah Utama Tabrak Truk Pengangkut Sawit di Asahan

Berita Berikutnya

Antonio Conte Salahkan Jadwal Usai Napoli Tersingkir dari Liga Champions

Related Posts

Dunia

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026
Dunia

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026
Dunia

Pertama Kali, Israel Rilis Peta Lebanon Selatan di Bawah Kendalinya

Senin, 20 April 2026
Dunia

NATO Tak Mau Bantu AS Blokade Hormuz, Ogah Terseret Konflik

Selasa, 14 April 2026
Dunia

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
Dunia

Stategi “Lepas Tangan” Trump, Akhiri Perang Iran dan Biarkan Selat Hormuz Tutup

Selasa, 31 Maret 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026

Utusan Trump Berupaya agar Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Kamis, 23 April 2026

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana