Medvedev: Rusia Pakai Senjata Nuklir Jika Serangan Ukraina Berhasil

Moskow(MedanPunya) Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev kembali melontarkan momok perang nuklir di Ukraina. Medvedev mengatakan bahwa Moskow harus menggunakan senjata nuklir, jika serangan balasan Kyiv yang sedang berlangsung saat ini berujung keberhasilan.

Medvedev yang kini menjabat wakil ketua Dewan Keamanan Rusia yang dipimpin Presiden Vladimir Putin, menyatakan via media sosial bahwa Moskow akan dipaksa keluar dari doktrin nuklirnya dalam skenario semacam itu atau jika serangan balasan Ukraina berhasil.

“Bayangkan jika… serangan balasan, yang didukung oleh NATO, berhasil dan mereka mengoyak sebagian tanah kita, maka kita akan terpaksa untuk menggunakan senjata nuklir sesuai dengan aturan dekrit dari Presiden Rusia,” tegas Medvedev dalam pernyataan pada Minggu (30/7) waktu setempat.

“Tidak akan ada pilihan lain. Jadi musuh-musuh kita harus mendoakan (kesuksesan) prajurit kita. Mereka memastikan bahwa api nuklir global tidak tersulut,” ujar sekutu Putin tersebut.

Pernyataan Medvedev itu tampaknya mengacu pada bagian doktrin nuklir Rusia, yang menetapkan bahwa senjata nuklir hanya bisa digunakan sebagai respons atas agresi terhadap Moskow yang dilakukan dengan menggunakan senjata konvensional yang mengancam keberadaan negara Rusia.

Ukraina berupaya merebut kembali wilayah-wilayahnya yang dianeksasi secara sepihak dan diduduki Rusia sejak invasi dilancarkan pada Februari 2022. Langkah Kremlin menganeksasi wilayah Ukraina itu menuai kritikan sebagian besar negara Barat.

Pada Sabtu (29/7) waktu setempat, Putin mengatakan bahwa tidak ada perubahan serius di medan perang yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir. Dia juga mengklaim Ukraina telah kehilangan banyak peralatan militer sejak 4 Juni lalu.

Sementara otoritas Kyiv menyebut pasukannya mencapai sejumlah kemajuan dalam upaya merebut kembali wilayah-wilayah yang diduduki pasukan Moskow, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat dari yang diinginkan.

Sebelumnya, pada 17 Juli lalu, Putin mengklaim serangan balasan Ukraina, untuk memukul mundur pasukan Moskow, telah gagal.

“Semua upaya musuh untuk menerobos pertahanan kami… mereka belum berhasil sejak ofensif dimulai. Musuh tidak berhasil,” kata Putin dalam wawancara televisi seperti dilansir kantor berita AFP pada saat itu.

Terlepas dari hal tersebut, para pengkritik Kremlin di masa lalu menuduh Medvedev sengaja melontarkan pernyataan ekstrem dalam upaya menghalangi negara-negara Barat untuk terus memasok persenjataan ke Ukraina.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version