Sabtu, 11 April 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Militer Myanmar Makin Menjadi-jadi, PM Inggris Ngeri

Jumat, 5 Maret 2021
kanal Dunia
16
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

London(MedanPunya) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dirinya ‘ngeri’ dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar dan menyerukan diakhirinya represi militer di negara itu.

“Kami mendukung rakyat Myanmar dalam menyerukan diakhirinya segera penindasan militer, pembebasan Aung San Suu Kyi dan yang lainnya, dan pemulihan demokrasi,” kata Johnson melalui Twitter, merujuk pada pemimpin de-facto Myanmar yang ditahan dalam kudeta Februari.

Johnson juga mengutuk pembunuhan puluhan pengunjuk rasa pro-demokrasi pada hari Rabu (3/3), yang menjadi hari paling mematikan di Myanmar sejak kudeta.

Inggris, bekas kekuatan kolonial di Myanmar, telah berulang kali mengutuk penindasan dan pelanggaran HAM oleh junta militer setelah para jenderal menggulingkan kekuasaan.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab kemudian men-tweet tentang “pemandangan mengerikan di Myanmar”.

“Menargetkan rakyat Anda sendiri dengan kekuatan mematikan padahal mereka hanya menggunakan hak untuk melakukan protes damai, itu tidak dapat diterima. Kekerasan yang sedang berlangsung dan intimidasi ini harus diakhiri,” tulisnya.

Kudeta militer Myanmar telah memicu perlawanan massal untuk memprotes para jenderal militer, yang kini mulai terpojok dengan eskalasi kekerasan.

Pekan lalu, pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi pada enam anggota junta militer Myanmar, termasuk panglima tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing.

Sanksi tersebut akan mencegah enam orang tersebut melakukan perjalanan ke Inggris, sementara bisnis dan institusi Inggris dilarang berurusan dengan mereka. Pembatasan yang sama telah diberlakukan pada 19 tokoh militer Myanmar lainnya.

Bantuan Inggris yang dapat digunakan untuk mendukung junta militer secara tidak langsung juga telah ditangguhkan.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: Boris Johnsonmiliter MyanmarMyanmar
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Dortmund: Haaland Enggak Akan ke Mana-mana

Berita Berikutnya

OPEC Perpanjang Pengurangan Produksi, Harga Minyak Melonjak

Related Posts

Dunia

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
Dunia

Stategi “Lepas Tangan” Trump, Akhiri Perang Iran dan Biarkan Selat Hormuz Tutup

Selasa, 31 Maret 2026
Dunia

Trump Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran, Incar Pulau Kharg

Senin, 30 Maret 2026
Dunia

Setelah Iran, Kuba Jadi Target Trump Selanjutnya

Sabtu, 28 Maret 2026
Dunia

Iran Luncurkan Rudal Canggih Sejjil ke Israel

Senin, 16 Maret 2026
Dunia

Pesan Iran ke Trump: Kamilah yang Akan Menentukan Akhir Perang

Selasa, 10 Maret 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

FIFA Gocek Suporter Usai Bikin Kategori Tiket Piala Dunia 2026 Paling Mahal

Jumat, 10 April 2026

HUT TNI AU, Pesawat Kepresidenan Prabowo Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle

Jumat, 10 April 2026

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana