Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Yerusalem(MedanPunya) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan kembali melanjutkan persidangan terkait tuduhan korupsi akhir pekan ini setelah sempat tertunda akibat Perang Iran.

Pengadilan menyatakan bahwa “kembalinya sistem peradilan untuk bekerja” memungkinkan sidang Netanyahu dilanjutkan, dengan agenda dimulai pada Minggu (12/4) dan mencakup kesaksian dari saksi pihak pembela.

Persidangan tersebut dilaksanakan setelah militer Israel melalui Komando Front Dalam Negeri menyetujui pembukaan kembali berbagai aktivitas di sebagian besar wilayah negara.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata sementara pada Selasa (7/4) malam waktu AS.

Netanyahu menghadapi sejumlah dakwaan dalam tiga kasus korupsi yang berbeda. Dalam dua kasus, ia diduga bernegosiasi untuk mendapatkan pemberitaan yang menguntungkan dari media Israel.

Sementara dalam kasus lainnya, ia dituduh menerima hadiah mewah senilai lebih dari 260.000 dollar AS (sekitar Rp 4,4 miliar) dari para miliarder sebagai imbalan atas bantuan politik. Satu dakwaan korupsi lainnya sebelumnya telah dibatalkan.

Netanyahu sendiri berulang kali membantah semua tuduhan tersebut. Ia juga menyebut proses hukum yang menjeratnya sebagai “pengadilan politik”.

Pria berusia 76 tahun ini menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang menjabat sekaligus menghadapi persidangan pidana.

Kasus korupsi terhadap Netanyahu telah bergulir sejak 2019 dan mulai disidangkan pada 2020.

Namun, prosesnya kerap mengalami penundaan, termasuk karena kesibukan resmi Netanyahu sebagai kepala pemerintahan.

Sidang yang kembali dilanjutkan ini pun diperkirakan masih akan berlangsung panjang tanpa kepastian kapan akan berakhir.

Di tengah proses hukum tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat secara langsung meminta Presiden Israel Isaac Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu.

Permintaan itu disampaikan dalam pidato di parlemen Israel, sebelum kemudian diikuti surat resmi kepada Herzog.

Tak lama setelah itu, pengacara Netanyahu juga mengajukan permohonan pengampunan secara resmi.

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan terkait permohonan tersebut, dan proses hukum terhadap Netanyahu tetap berlanjut di pengadilan.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version