Sekjen PBB Kutuk Pengeboman RS Gaza yang Tewaskan Ratusan Orang

New York(MedanPunya) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, yang dilaporkan menewaskan ratusan orang. Guterres menuturkan dirinya merasa ‘ngeri’ atas kematian banyak warga sipil dalam serangan di daerah kantong Palestina tersebut.

“Saya merasa ngeri dengan tewasnya ratusan warga sipil Palestina dalam serangan terhadap sebuah rumah sakit di Gaza hari ini, yang saya kutuk dengan keras,” demikian pernyataan Guterres yang disampaikan via media sosial X.

“Hati saya bersama keluarga keluarga para korban. Rumah sakit dan tenaga medis dilindungi oleh hukum kemanusiaan internasional,” imbuh pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut ratusan orang tewas akibat serangan udara yang menghantam Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Jalur Gaza pada Selasa (17/10) malam. Rumah sakit itu menampung ratusan warga Palestina yang mengalami luka-luka maupun yang mengungsi akibat gempuran Israel di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas yang menguasai Jalur Gaza menuduh Israel sebagai dalang utama di balik serangan tersebut. Namun militer Israel dalam pernyataannya menyalahkan roket militan Jihad Islam yang disebutnya mengalami malfungsi dan salah sasaran.

Menanggapi tuduhan itu, militan Jihad Islam balik menuding Israel berbohong dan menghindari tanggung jawab.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Sekjen PBB menyatakan bahwa selain mengutuk serangan terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, Guterres juga mengutuk serangan sebuah sekolah yang dikelola oleh Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNWRA yang ada di daerah kantong Palestina tersebut.

“Dia (Guterres-red) juga mengutuk serangan terhadap sekolah UNRWA pada hari ini di kamp pengungsi Al-Maghazi di Gaza yang menewaskan sedikitnya enam orang,” demikian pernyataan juru bicara Sekjen PBB.

“Dia menekankan bahwa rumah sakit, klinik, para personel medis, dan fasilitas PBB secara eksplisit dilindungi oleh hukum internasional,” tegas pernyataan tersebut.

Ini menjadi momen pertama kali bagi Sekjen PBB menggunakan kata ‘mengutuk’ terkait rentetan serangan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza selama lebih dari sepekan terakhir. Israel terus menggempur Jalur Gaza dalam upaya membalas serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, yang dilaporkan menewaskan 1.400 orang.

Banyak korban berjatuhan akibat serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza, dengan otoritas kesehatan setempat menyebut lebih dari 2.800 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas sejauh ini.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version