Miami Beach(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa Kuba kini masuk dalam radar sasarannya setelah fokus pada perang di Iran.
Hal tersebut disampaikan Trump adalam pidatonya di KTT FII Priority di Miami Beach, Jumat (28/3) malam waktu setempat.
Meskipun sebagian besar isi pidatonya berfokus pada situasi perang di Iran, Trump menyempatkan diri untuk menyinggung Kuba.
“Dan Kuba adalah yang berikutnya, omong-omong,” ujar Trump di hadapan para audiens.
Menariknya, Trump sempat berseloroh dengan meminta awak media untuk tidak membesar-besarkan pernyataannya tersebut, meski dia kemudian mengulanginya kembali.
“Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan tersebut. Terima kasih banyak,” katanya.
Namun, tak lama setelah itu, dia kembali menegaskan mengenai Kuba.
“Kuba adalah yang berikutnya,” lanjutnya.
Sebelumnya, seorang diplomat senior Kuba mengatakan bahwa negaranya sedang bersiap menghadapi kemungkinan serangan AS.
Akan tetapi, dia menegaskan bahwa Kuba tidak memiliki perselisihan dengan Washington.
“Militer kami selalu siap. Sebenarnya saat ini mereka sedang bersiap untuk kemungkinan agresi militer,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio.
“Kami sangat berharap hal itu tidak terjadi. Kuba tidak memiliki perselisihan dengan AS. Kami memang memiliki kebutuhan dan hak untuk melindungi diri kami sendiri. Tetapi kami bersedia untuk duduk bersama,” sambungnya.
Wawancara tersebut ditayangkan ketika pihak berwenang Kuba berupaya keras untuk memulihkan aliran listrik setelah pemadaman listrik nasional kedua dalam waktu kurang dari seminggu.
Pemadaman ini terjadi karena jaringan listrik mengalami kesulitan akibat infrastruktur yang sudah tua dan blokade minyak AS.
Ketegangan semakin meningkat sejak sekutu regional utama Kuba dan pemasok minyaknya, Nicolas Maduro, ditangkap dalam operasi militer AS pada Januari.
“Kami bertindak proaktif untuk mengatasi situasi ini,” tegas de Cossio.
“Kami sangat berharap bahan bakar akan sampai ke Kuba dengan cara apa pun dan boikot yang diberlakukan AS ini tidak akan berlangsung lama dan tidak dapat dipertahankan selamanya,” lanjutnya.***kps/mpc/bs
