Sri Lanka Krisis, Menlu AS Salahkan Rusia

Bangkok(MedanPunya) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Minggu (10/7) mengatakan, penyebab Sri Lanka krisis turut dipicu oleh Rusia.

Blinken berkata di hadapan para wartawan di Bangkok, pembatasan Rusia pada ekspor gandum Ukraina mungkin berkontribusi pada krisis Sri Lanka dan menyuarakan kekhawatiran itu dapat memicu gejolak lainnya.

“Kami melihat dampak agresi Rusia ini terjadi di mana-mana. Ini mungkin berkontribusi pada situasi di Sri Lanka; kami khawatir tentang implikasinya di seluruh dunia,” kata Blinken.

Menlu AS itu juga kembali meminta Rusia mengizinkan sekitar 20 juta ton biji-bijian keluar Ukraina, yang diinvasi oleh pasukan Moskwa pada Februari.

“Apa yang kita lihat di seluruh dunia adalah meningkatnya kerawanan pangan yang diperburuk secara signifikan oleh agresi Rusia terhadap Ukraina,” ujar Blinken.

Dia menambahkan, ada juga dampak di Thailand dengan harga pupuk yang melonjak tinggi karena blokade.

“Itu signifikan terutama di negara pertanian yang dinamis seperti Thailand, karena tanpa pupuk, kami tahu itu berarti hasil panen tahun depan akan turun, harga berpotensi naik,” papar Blinken.

Krisis Sri Lanka menimbulkan kekacauan selama berminggu-minggu, dipicu oleh kekurangan makanan dan bahan bakar yang parah.

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pada Sabtu (9/7) setuju untuk mundur setelah pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya.

Rusia mengatakan, akan mengizinkan kapal Ukraina bermuatan produk makanan untuk pergi jika militer Ukraina membersihkan ranjau di pelabuhannya. Opsi itu ditolak Kyiv karena khawatirkan atas keselamatan pantainya di Laut Hitam.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version