Trump Kesal Netanyahu Ngoceh soal Gunung Pickaxe Iran

Washington DC(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengkritik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Kritikan ini dilontarkan sebelum Trump melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Gedung Putih, yang disebutnya berlangsung sukses.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa Netanyahu seharusnya membahas kekhawatiran mengenai fasilitas nuklir bawah tanah Iran, Gunung Pickaxe, secara privat dengan dirinya, bukan mengangkat isu tersebut di depan publik.

“Saya mendengar Bibi (nama panggilan Netanyahu-red) mengumumkannya. Saya berkata, ‘Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'” kata Presiden AS tersebut.

Trump berpendapat bahwa Netanyahu menyoroti fasilitas nuklir tersebut karena dia ingin membujuk AS agar tetap terlibat dalam konflik dengan Iran.

“Tidak, saya tidak butuh Bibi memberitahu saya tentang hal itu. Bibi mengatakan hak tersebut karena dia ingin saya tetap terlibat,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa Washington sepenuhnya mengetahui perkembangan di fasilitas tersebut dan memahami “persisi apa yang sedang terjadi”.

Ditekankan oleh Trump bahwa meskipun militernya telah “menghancurkan sebagian besar” infrastruktur militer Iran, fasilitas di Gunung Pickaxe telah menjadi target.

“Kita harus melumpuhkan Pickaxe jika kita tidak mencapai kesepakatan… kita akan melumpuhkannya dengan sangat mudah,” ucapnya.

Trump dan Netanyahu melakukan pembicaraan di Gedung Putih pada Selasa (28/7) waktu setempat. Pada hari yang sama, Trump juga bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terpisah di Gedung Putih.

Menyusul pertemuan dengan kedua pemimpin, Trump mengatakan bahwa pertemuan berjalan “sangat baik”. Secara khusus soal pertemuan dengan Netanyahu, Trump menyebutnya berlangsung sukses.

“Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, bersama saya dan para anggota DPR, telah melakukan pertemuan yang sangat baik! Tentu saja, banyak topik penting yang dibahas,” kata Presiden AS tersebut.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version