Jumat, 16 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Turki Marah ke AS Usai Biden Akui Genosida Armenia

Senin, 26 April 2021
kanal Dunia
26
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Ankara(MedanPunya) Otoritas Turki marah dan menolak keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, untuk secara resmi mengakui genosida Armenia di bawah Kekaisaran Ottoman pada era Perang Dunia I silam. Turki menuduh AS berupaya menulis ulang sejarah.

Otoritas Turki memprotes keputusan AS untuk memihak Armenia, Prancis, Jerman, Rusia dan berbagai negara soal interpretasi mereka soal peristiwa mengerikan yang terjadi selama Perang Dunia I silam.

“Kata-kata tidak bisa mengubah atau menulis ulang sejarah,” cetus Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dalam pernyataan via Twitter, beberapa saat usai Biden mengumumkan keputusannya itu.

“Kita tidak akan menerima pelajaran dari siapapun soal sejarah kita,” tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Turki kemudian memanggil Duta Besar AS, David Satterfield, untuk menyampaikan keberatan atas keputusan AS tersebut. Laporan Anadolu News Agency menyatakan Turki menekankan bahwa keputusan Biden memicu ‘luka dalam hubungan yang sulit diperbaiki’.

Biden menjadi Presiden pertama AS yang menggunakan kata ‘genosida’ dalam pernyataan membahas peringatan soal pembantaian tahun 1915-1917 silam, yang terjadi saat Kekaisaran Ottoman runtuh.

Berupaya melunakkan dampak keputusannya terhadap Turki yang merupakan mitra strategis AS di NATO, Biden menghubungi Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (23/4) waktu setempat. Dalam percakapan telepon itu, Biden dan Erdogan sepakat bertemu di sela-sela pertemuan NATO pada Juni mendatang.

Erdogan secara hati-hati menyampaikan komentar soal keputusan AS itu. Dalam pesan kepada patriarki Armenia di Istanbul, Erdogan menuduh ‘pihak ketiga’ berupaya mempolitisasi isu yang menjadi perdebatan sejak lama.

“Tidak ada yang diuntungkan dari perdebatan ini — yang seharusnya dilakukan oleh para sejarawan — dipolitisasi oleh pihak ketiga dan menjadi alat campur tangan di negara kita,” sebut Erdogan.

Dalam pernyataan yang bernada lebih damai, Erdogan menyatakan Turki ‘siap mengembangkan hubungan dengan Armenia didasarkan pada situasi yang baik dan saling menghormati’.

Namun pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki memberikan reaksi lebih keras. “Kami menolak dan mengecam secara tegas pernyataan Presiden AS terkait peristiwa tahun 1915 yang disampaikan di bahwa tekanan lingkaran Armenia radikal dan kelompok anti-Turki,” demikian pernyataan keras dari Kementerian Luar Negeri Turki.

“Jelas bahwa pernyataan yang disampaikan tidak memiliki dasar ilmiah dan hukum, juga tidak didukung oleh bukti apapun,” imbuh pernyataan tersebut.

Armenia, yang didukung banyak sejarawan dan akademisi, menyatakan 1,5 juta rakyat mereka tewas dalam genosida yang terjadi di bawah Kekaisaran Ottoman, yang saat itu memerangi Tsar Rusia di area-area yang mencakup Armenia saat ini.

Turki menerima bahwa baik orang Armenia dan Turki tewas dalam jumlah besar selama Perang Dunia I, namun secara tegas menyangkal ada kebijakan genosida yang disengaja — istilah yang saat itu belum didefinisikan secara hukum. Turki menyebut korban tewas di kalangan orang Armenia mencapai sekitar 300 ribu orang.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: ArmeniagenosidaKekaisaran OttomanOtoritas Turki
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Jokowi: Tak Ada Tempat untuk KKB di Tanah Air, Kejar Terus!

Berita Berikutnya

Walkot Tanjungbalai Juga Berupaya Dekati Pimpinan KPK

Related Posts

Dunia

Rusia Kecam Kekuatan Asing yang Coba Intervensi Demo di Iran

Selasa, 13 Januari 2026
Dunia

Heboh, Trump Sebut Dirinya ‘Presiden Sementara Venezuela’

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

Hanya 1,6 KM dari Tragedi George Floyd, Penembakan Ibu oleh Agen ICE Kembali Guncang AS

Jumat, 9 Januari 2026
Dunia

China Ungkap Taktik AS Serang Venezuela, Ada Satu Titik Lamah

Rabu, 7 Januari 2026
Dunia

Korut Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang!

Senin, 5 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kawanan Maling Bobol Rumah Ditinggal Pemilik, Sudah 10 Kali Beraksi

Kamis, 15 Januari 2026

Lapor Pak Bupati, Jalan Ismail Harun Deli Serdang Rusak Parah

Kamis, 15 Januari 2026

Pedagang Kuliner di Binjai Lega Harga Cabai Murah

Kamis, 15 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana