cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Maret 2018 naik 6,14% (year on year) dengan nilai US$ 15,58 miliar. Secara bulanan, ekspor Maret tumbuh 10,24% dibandingkan Februari.

"Nilai ekspor secara bulanan tumbuh 10,24%. Ekspor non migas tumbuh 11,77% sementara ekspor migas turun 3,81%. Kalau dibedah penurunan ekspor migas disebabkan kenaikan ekspor minyak mentah dan hasil minyak, yang menurun ekspor gasnya," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (16/4).

Ia mengatakan selama Februari-Maret, harga minyak mentah mengalami sedikit kenaikan. Pada Februari 2018 sebesar US$ 61,61 per barel, Maret menjadi US$ 61,87 per barel.

"Tentunya kenaikan yang tipis akan berpengaruh pada ekspor dan impor migas," katanya.

Sementara untuk ekspor komoditas, kata Suhariyanto, ada yang naik dan ada yang turun. Ekspor cokelat, karet, jagung tercatat meningkat.

"Ekspor non migas yang turun antaranya batu bara yang berpengaruh besar, minyak kernel. Perkembangan harga migas dan non selama Februari-Maret," ujarnya.

Ia mengatakan, nilai ekspor di Maret 2018 ini lebih tinggi dari periode yang sama beberapa tahun ke belakang. Pada Februari 2016 ekspor tercatat US$ 11,81 miliar dan 2017 US$ 14,68 miliar.***dtc/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 200 kali