cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca perdagangan periode Juni akan mengalami surplus sekitar US$ 900 juta. Pada Mei kemarin, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit US$ 1,52 miliar.

"Saya kira di neraca perdagangan survei dari Bank Indonesia, kita surplus kurang lebih US$ 900 juta di neraca perdagangan," kata kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (9/7).

Perry menyebut, volume impor Indonesia mulai mereda. Oleh karenanya, BI memperkirakan neraca perdagangan pada Juni surplus.

"Beberapa perkembangan impor secara musiman, dengan mulai meredanya itu, saya rasa neraca perdagangan akan surplus," terangnya.

Dia juga menyampaikan beberapa bulan belakangan memang impor cukup kuat dilakukan Indonesia. Imbasnya, neraca perdagangan April dan Mei defisit, masing-masing US$ 1,63 miliar dan US$ 1,52 miliar.

"Di beberapa bulan terakhir impornya cukup kuat, karena ada beberapa hal kan impor terkait dengan alat perang strategis, alat infrastruktur, dan bahan makanan menjelang Lebaran, seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah mengungkapkan prediksi sesuai dengan kajian yang dilakukan BI terhadap data neraca perdagangan Juni.

"Impor bulan Juni menurun signifikan, sehingga trade balance Juni 2018 diperkirakan akan mengalami surplus," kata Nanang.***dtc/mpc/bs

  • 0 comment
  • Read 357 times