cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca perdagangan periode Juni akan mengalami surplus sekitar US$ 900 juta. Pada Mei kemarin, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit US$ 1,52 miliar.

"Saya kira di neraca perdagangan survei dari Bank Indonesia, kita surplus kurang lebih US$ 900 juta di neraca perdagangan," kata kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (9/7).

Perry menyebut, volume impor Indonesia mulai mereda. Oleh karenanya, BI memperkirakan neraca perdagangan pada Juni surplus.

"Beberapa perkembangan impor secara musiman, dengan mulai meredanya itu, saya rasa neraca perdagangan akan surplus," terangnya.

Dia juga menyampaikan beberapa bulan belakangan memang impor cukup kuat dilakukan Indonesia. Imbasnya, neraca perdagangan April dan Mei defisit, masing-masing US$ 1,63 miliar dan US$ 1,52 miliar.

"Di beberapa bulan terakhir impornya cukup kuat, karena ada beberapa hal kan impor terkait dengan alat perang strategis, alat infrastruktur, dan bahan makanan menjelang Lebaran, seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah mengungkapkan prediksi sesuai dengan kajian yang dilakukan BI terhadap data neraca perdagangan Juni.

"Impor bulan Juni menurun signifikan, sehingga trade balance Juni 2018 diperkirakan akan mengalami surplus," kata Nanang.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 388 kali