cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Jakarta(MedanPunya) Kontrak perpanjangan pengelolaan terhadap empat wilayah kerja (WK) migas terminasi telah ditandatangani antara pemerintah dan operator, dengan skema gross split.

Empat WK tersebut adalah WK Bula, WK Salawati, WK Kepala Burung dan WK Malacca Strait.

"Kontrak bagi hasil ini merupakan kontrak perpanjangan dan pengelolaan bersama antara kontraktor eksisting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Rabu (11/7).

Adapun kontrak bagi hasil WK Bula dengan Kontraktor Kalrez Petroleum (Seram) Ltd yang sekaligus sebagai operator. Kontrak bagi hasil WK Bula yang ada saat ini akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2019.

Lalu, kontrak bagi hasil WK Salawati dengan Kontraktor Petrogas (Island) Ltd. (operator) dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. Kontrak bagi hasil WK Salawati saat ini akan berakhir pada tanggal 22 April 2020.

Selanjutnya, kontrak bagi hasil WK Kepala Burung dengan kontraktor Petrogas (Basin) Ltd yang sekaligus sebagai Operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Kontrak bagi hasil WK Kepala Burung ini akan berakhir pada tanggal 14 Oktober 2020.

Kemudian, kontrak bagi hasil WK Malacca Strait dengan Kontraktor EMP Malacca Strait S.A yang sekaligus sebagai Operator dan PT Imbang Tata Alam. Kontrak bagi hasil WK Malacca Strait saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2020.

"Partisipasi interest yang dimiliki oleh para kontraktor tersebut termasuk Partisipasi Interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD," kata Djoko.

"Sedangkan perkiraan total nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar 148,4 juta dollar AS atau setara Rp 1,9 triliun," ucap dia.***kps/mpc/bs


  • 0 comment
  • Read 351 times