cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Riyadh(MedanPunya) Pemerintah Arab Saudi menjamin pasokan minyak mentah ke negara-negara di dunia tidak akan terpengaruh dengan perselisihan negara itu dengan Kanada. Demikian pernyataan dari Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih.

"Dia menegaskan kembali bahwa ini (suplai minyak) adalah kebijakan yang kuat dan berlangsung lama, yang tidak dipengaruhi oleh keadaan politik," demikian laporan dari Saudi Press Agency, menyoroti pernyataan Al-Falih.

Al-Falih mengatakan, krisis diplomatik juga tidak akan berdampak pelanggan Aramco di Kanada.

Dia justru menekankan potensi negara untuk melanjutkan investasi di penambahan kapasitas produksi, yang dianggap sebagai faktor kunci dalam melindungi suplai minyak dari volatilitas pasar global.

Pada Minggu (5/8), Saudi telah membekukan aktivitas perdagangan baru dengan Kanada. Negeri kaya minyak itu juga mengusir duta besar Kanada usai hubungan diplomatik keduanya memanas.

Seperti diketahui, Kanada meminta kerajaan tersebut untuk segera membebaskan aktivis hak asasi manusia Saudi yang ditangkap. Menteri Luar Negeri Saudi Adel Aj-Jubeir menyingkirkan kemungkinan pihak ketiga menjadi penengah guna memperbaiki retaknya hubungan kedua negara.

Dia mengatakan, Kanada harus memperbaiki kesalahan besar tersebut. Dia bahkan menyebut kemungkinan Saudi mengambil langkah "hukuman" lebih lanjut. Saudi juga telah merelokasi ribuan mahasiswa Saudi yang menempuh pendidikan di Kanada.

Tak hanya sampai di situ, maskapai milik negara, Saudia, juga menangguhkan penerbangan langsung ke Toronto. Kemudian, pasien dari Saudi yang berobat di Kanada akan dipindahkan ke negara lainnya.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menolak untuk minta maaf karena telah mengkritik praktik hak asasi manusia di kerajaan Arab Saudi.

"Kanada akan selalu berbicara kuat dan jelas baik secara pribadi maupun publik terkait masalah HAM," kata Trudeau.

"Kami tidak berharap memiliki hubungan yang buruk dengan Arab Saudi," imbuhnya.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 343 kali