cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Manado(MedanPunya) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota produksi batu bara sebesar 25 juta ton hingga akhir tahun. Penambahan produksi dilakukan untuk mendongkrak devisa.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya memasang target tambahan kuota 100 juta ton, namun angka realistis yang bisa ditambah hanya 25 juta.

"Kira-kira tambahannya sampai akhir tahun 25 juta (ton)," ujar Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono di Manado

Bambang menganggap target 100 juta ton tersebut agak mustahil dicapai dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan hingga kapasitas alat.

"Semua dipertimbangkan, daya dukung lingkungan," kata Bambang.

Sebelumnya, target produksi batubara tahun ini dipatok sebesar 485 juta ton. Dengan adanya tambahan kuota produksi sebesar 25 juta ton, maka targetnya bertambah menjadi 510 juta ton.

Dalam upaya meningkatkan devisi, pada Rapat Terbatas (Ratas), Selasa (14/8) lalu, Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan. Salah satunya ialah dengan membuka kesempatan tambahan produksi batu bara sebesar 100 juta ton.

Kementerian ESDM pun kemudian menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 1924 K/30/MEM/2018 tentang Perubahan atas Penetapan Persentase Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri Tahun 2018.

Kepmen tersebut menetapkan, tambahan jumlah produksi batubara tahun 2018 paling banyak sebesar 100 juta ton untuk penjualan ke luar negeri.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 300 kali