cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...
cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...

Manado(MedanPunya) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota produksi batu bara sebesar 25 juta ton hingga akhir tahun. Penambahan produksi dilakukan untuk mendongkrak devisa.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya memasang target tambahan kuota 100 juta ton, namun angka realistis yang bisa ditambah hanya 25 juta.

"Kira-kira tambahannya sampai akhir tahun 25 juta (ton)," ujar Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono di Manado

Bambang menganggap target 100 juta ton tersebut agak mustahil dicapai dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan hingga kapasitas alat.

"Semua dipertimbangkan, daya dukung lingkungan," kata Bambang.

Sebelumnya, target produksi batubara tahun ini dipatok sebesar 485 juta ton. Dengan adanya tambahan kuota produksi sebesar 25 juta ton, maka targetnya bertambah menjadi 510 juta ton.

Dalam upaya meningkatkan devisi, pada Rapat Terbatas (Ratas), Selasa (14/8) lalu, Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan. Salah satunya ialah dengan membuka kesempatan tambahan produksi batu bara sebesar 100 juta ton.

Kementerian ESDM pun kemudian menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 1924 K/30/MEM/2018 tentang Perubahan atas Penetapan Persentase Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri Tahun 2018.

Kepmen tersebut menetapkan, tambahan jumlah produksi batubara tahun 2018 paling banyak sebesar 100 juta ton untuk penjualan ke luar negeri.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 376 kali