cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

New York(MedanPunya) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan tetap menaikkan suku bunga acuan. Chairman The Fed Jerome Powell menyebutkan kenaikan bunga ini adalah resep yang tepat untuk mendorong pertumbuhan dan likuiditas di AS.

Fed tetap melanjutkan rencana kenaikan meskipun Presiden AS Donald Trump mengritik keras kebijakan The Fed yang terus menaikkan bunga. Pejabat The Fed menyebut bank sentral tetap independen dan tak bisa diintervensi oleh tekanan politik.

Sebagai chairman, Powell mengakui ada gejolak ekonomi yang terjadi di pasar keuangan negara berkembang. Menurut dia sentimen ini turut mempengaruhi bank sentral dalam mengambil kebijakan.

Dalam pidatonya di pertemuan tahunan bank sentral, Powell percaya diri ekonomi AS akan membaik dan inflasi akan tetap terkendali.

Menurut dia, momentum pertumbuhan ekonomi harus tetap dilanjutkan. Karena itu kebijakan Fed saat ini tidak mengubah arah yang sudah dikeluarkan sejak 2005 lalu.

"Saya melihat kenaikkan bunga secara bertahap ini adalah langkah yang tepat. Dengan pertumbuhan yang kuat bisa lebih muda mencapai target," ujar Powell.

Federal Open Market Commitee (FOMC) sudah menyetujui tujuh kali kenaikan bunga acuan sejak Desember 2015 lalu. Hingga paruh 2018 bunga acuan bank sentral AS sudah berada di posisi 2%. Tahun ini bank sentral menargetkan akan menaikkan bunga acuan hingga 4 kali.***dtc/mpc/bs

  • 0 comment
  • Read 233 times