cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Nusa Dua(MedanPunya) Dana Moneter Internasional ( IMF) menyatakan, ekspansi ekonomi global tetap kuat. Sistem keuangan global pun lebih kuat pascakrisis keuangan global beberapa tahun lalu.

“Sistem keuangan global lebih kuat dibandingkan sebelum krisis keuanganglibal berkat reformasi dan perbaikan selama satu dekade,” kata IMF dalam Survei Stabilitas Keuangan Global (Global Financial Stability Report) yang dirilis pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Namun demikian, IMF menyatakan pula bahwa ketidakseimbangan global terus terjadi. Beberapa risiko keuangan jangka pendek pun kian meningkat, serta risiko jangka menengah juga semakin mengemuka.

Oleh karena itu, IMF memandang, meski optimisme terhadap kondisi keuangan global tidak surut, namun dunia tak boleh puas.

Sebab, beberapa risiko terus menghantui ekonomi dan keuangan global. IMF menyoroti pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak berubah, ketegangan perdagangan yang meningkat, serta beberapa negara berkembang mengalami arus modal keluar dan tekanan terhadap nilai aset.

Berdasarkan analisis terhadap kondisi keuangan global saat ini, IMF menyatakan ada secercah optimisme. Ini sejalan dengan progres upaya penciptaan sistem keuangan global yang lebih aman, terlihat dari pengembangan standar, praktik, maupun alat pengawasan dan pengaturan.

Namun ke depan, IMF menekankan pentingnya penguatan resiliensi sistem keuangan global dengan menitikberatkan pada kerentanan keuangan. Bank sentral dipandang IMF harus terus melakukan normalisasi kebijakan moneter secara gradual dan dikomunikasikan dengan jelas.

Pemerintah pun harus memastikan bahwa agenda reformasi diselesaikan dan diimplementasikan. Negara berkembang harus membangun bantalan terhadap risiko eksternal dan mengatur nilai tukar bergerak secara fleksibel.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 39 kali