cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

New York(MedanPunya) Hampir seluruh pejabat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve sepakat pada pertemuan terakhir mereka untuk kembali meningkatkan suku bunga sesegera mungkin setidaknya di Desember.

Namun, mereka juga masih memperdebatkan kapan harus menghenatikan kenaikan lebih lanjut dan bagaimana menyampaikan rencana tersebut kepada publik.

Dalam notulensi rapat di bulan November ini menunjukkan para pembuat kebijakan menyoroti serangkaian masalah termasuk mengetatnya kondisi keuangan, risiko global, dan beberapa perlambatan di sektor-sektor yang sensitif terhadap bunga, dan dianggap mulai membebani perekonomian.

Perkiraan kenaikan suku bunga pada bulan Desember pun semakin mengerucut namun pejabat the Fed juga menunjukkan adanya perubahan di masa yang akan datang. beberapa pejabat yang menyetujui kenaikan suku bunga lebih anjut juga menyatakan ketidakpastian tentang waktu kenaikan dan bagaimana cara mengkomunikasikan perubahan dalam pendekatan mereka untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Adapun saat ini, suku bunga The Fed, feed fund rate berada di kisaran 2 persen hingga 2,25 persen setelah deleapan kali kenaikan sejak September 2017 lalu.

“Para pejabat juga berkomentar tentang bagaimana komunikasi Komite dalam pernyataan pasca pertemuan yang mungkin perlu direvisi pada pertemuan mendatang, khususnya bahasa yang mengacu pada harapan Komite untuk 'peningkatan bertahap lebih lanjut' dalam kisaran target untuk tingkat federal rate,” sebut risalah tersebut.

“Banyak peserta mengindikasikan menjadi hal yang tepat pada beberapa pertemuan mendatang untuk memulai transisi bahasa yang menempatkan penekanan lebih besar pada evaluasi data yang masuk dalam menilai prospek ekonomi dan kebijakan; perubahan semacam itu akan membantu untuk menyampaikan pendekatan fleksibel Komite dalam menanggapi perubahan keadaan ekonomi,” jelas mereka.

Pasar saham Amerika Serikat Wall Street menyambt baik rilis risalah The Fed, melanjutkan reli dimulai pada Rabu ketika Ketua Fed Jerome Powell menunjukkan perubahan arah kebijakan The Fed ke depan.

Kebutuhan akan “kenaikan tingkat bertahap lebih lanjut” yang sesuai untuk menjaga normalisasi saat ini di jalur telah menjadi pokok dari pernyataan kebijakan Fed, karena bank sentral mendorong suku bunga kembali ke tingkat yang lebih normal setelah satu dekade mendekati nol.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 17 kali