cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

New Delhi(MedanPunya) Pertumbuhan ekonomi India semakin merosot. Produk Domestik Bruto (PDB) melambat menajdi 7,1 persen pada kuartal III-2018 yang berakhir pada bulan September lalu. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan 8,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi India ini jauh lebih rendah dari yang diperkirakan para analis. Meski demikian angka tersebut masih lebih menempatkan India lebih tinggi dari China yang tumbuh 6,5 persen di periode yang sama. India masih menempati posisi sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Performa ekonomi India akan menjadi pusat perhatian lantaran tahun depan menjadi tahun penyelenggaraan pemilu setempat. Perdana Menteri mereka saat ini, Narendra Modi memenangkan pemilu di tahun 2014 lalu dan berjanji akan mendorong pertumbuhan ekonomi India serta membuat jutaan lapangan kerja.

Ekonom Capital Economics Shilan Shah memperingatkan, PDB India tidak selalu bisa diandalkan menjadi acuan kondisi perekonomian di India.

Dia mengatakan, data terkini terkait produksi industri juga penjualan kendaraan pun menunjukkan tanda-tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi setempat. Sehingga, laju ekspansi yang sangat cepat di kuartal sebelumnya akan sulit dipertahankan.

Namun Shah memerkirakan, pertumbuhan India akan tetap pada tingkat yang sehat.

"Ekonomi harus terus berkembang dengan cepat selama beberapa bulan mendatang, didukung oleh kebijakan fiskal yang lebih longgar menjelang pemilihan umum tahun depan," ujar dia.

Sementara ekonom HSBC Pranjul Bandhari mengatakan, pertumbuhan diperkirakan akan terjaga pada 7 persen di kuartal yang akan datang, sebuah langkah yang dapat dipertahankan yang menurutnya tak akan memicu ketidakstabilan ekonomi makro.

Melambatnya ekonomi india diindikasikan karena beberapa tekanan terhadap ekonomi India semakin meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Namun anjloknya harga minyak yang mencapai 35 persen terhitung sejak bulan Oktober, telah membantu India sebagai salah satu importir minyak terbesar di dunia. Nilai tukar rupee, yang telah terdepresiasi cukup dalam terhadap dollar AS telah menguat lebih dari 5 persen dalam beberapa bulan ini.

Shah mengatakan, bank sentral India yang dalam beberapa bulan ini menahan untuk tidak meningkatkan suku bunga setelah menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak dua kali di awal tahun ini diperkirakan akan tetap menahan suku bunga mereka pada pertemuan dewan gubernur pekan depan.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 12 kali