cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai, intensitas perang dagang antara Amerika Serikat dan China kemungkinan akan mereda. Ia meyakini, bila hal itu terjadi, maka akan berdampak positif kepada ekonomi nasional.

Salah satunya yakni penguatan nilai tukar rupiah yang sempat anjlok ke kisaran Rp 15.000-an per dollar AS.

"Dengan berita perang dagang (mereda), maka akan terbuka peluang rupiah menguat," ujarnya dalam acara CEO Network, Jakarta, Senin (3/12).

Dalam beberapa minggu terakhir kata Darmin, rupiah sudah menunjukan penguatan nilai tukar terhadap dollar AS.

Bahkan kata dia, penguatan itu salah satu yang tercepat diantara negara ASEAN dan negara emerging market lainnya. Penguatan nilai tukar rupiah diyakini akan terus berlanjut melihat perkembangan terkini perang dagang antara AS dan China.

Sebelumnya, pembicaraan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghasilkan kesepakatan terakit perang dagang antara kedua negara ekonomi terkuat dunia tersebut.

Kedua pemimpin ini setuju tidak ada tarif tambahan yang akan dikenakan setelah 1 Januari 2019 mendatang. Hal inilah yang diyakini akan membuat perang dagang mereda.

"Oleh karena itu dengan kemungkinan perang dagang semakin reda, kelihatannya kita bisa jalankan program ekonomi kita dengan lebih baik," kata Darmin.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini kembali menguat. Dikutip dari data Bloomberg pukul 10.10 WIB, rupiah berada di posisi Rp 14.247 per dollar AS, menguat 0,38 persen dibanding akhir pekan lalu.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 14 kali