cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2018 terjadi inflasi 0,27%. Dengan inflasi 0,27% ini maka inflasi tahun kalender Januari-November 2,50% dan inflasi tahun ke tahun itu sebesar 3,23%.

"Saya mulai indikator pertama yaitu inflasi. Perkembangan harga berbagai komoditas di November secara umum ada kenaikan, di 82 kota terpilih kota inflasi, November 2018 terjadi inflasi 0,27%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (3/12).

Besaran inflasi tersebut juga masih terkendali karena di bawah target.

"Dengan melihat ini, angka inflasi November masih terkendali karena masih di bawah sasaran," tambah Suhariyanto.

Ia mengatakan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diamati ada 70 kota inflasi. Sementara 12 kota deflasi.

"Inflasi tertinggi di Merauke 2,05%. Kalau kita lihat ke dalam penyebab utama karena kenaikan harga produk hortikultura, sayuran, kenaikan harga udang. Inflasi rendah di Balikpapan 0,01%," kata Suhariyanto.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Medan -0,64% karena turunnya harga cabai rawit.

"Deflasi tertinggi di Medan karena turunnya harga cabai rawit, deflasinya -0,64%. Deflasi tertinggi di Pematangsiantar dan Pangkalpinang dengan 0,01%," tutur Suhariyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 17 kali