cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2018 terjadi inflasi 0,27%. Dengan inflasi 0,27% ini maka inflasi tahun kalender Januari-November 2,50% dan inflasi tahun ke tahun itu sebesar 3,23%.

"Saya mulai indikator pertama yaitu inflasi. Perkembangan harga berbagai komoditas di November secara umum ada kenaikan, di 82 kota terpilih kota inflasi, November 2018 terjadi inflasi 0,27%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (3/12).

Besaran inflasi tersebut juga masih terkendali karena di bawah target.

"Dengan melihat ini, angka inflasi November masih terkendali karena masih di bawah sasaran," tambah Suhariyanto.

Ia mengatakan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diamati ada 70 kota inflasi. Sementara 12 kota deflasi.

"Inflasi tertinggi di Merauke 2,05%. Kalau kita lihat ke dalam penyebab utama karena kenaikan harga produk hortikultura, sayuran, kenaikan harga udang. Inflasi rendah di Balikpapan 0,01%," kata Suhariyanto.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Medan -0,64% karena turunnya harga cabai rawit.

"Deflasi tertinggi di Medan karena turunnya harga cabai rawit, deflasinya -0,64%. Deflasi tertinggi di Pematangsiantar dan Pangkalpinang dengan 0,01%," tutur Suhariyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 45 kali