cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...

Jakarta(MedanPunya) Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2018 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terus menguat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2018 sebesar 127,0, meningkat dibandingkan dengan 122,7 pada bulan sebelumnya.

Sementara secara kuartalan, rata-rata IKK kuartal IV-2018 sebesar 123, lebih tinggi dibandingkan dengan 122,9 pada triwulan sebelumnya.

"Secara keseluruhan tahun 2018, rata-rata IKK adalah sebesar 123,6, lebih tinggi dari rata-rata tahun sebelumnya," sebut BI.

BI menyatakan, peningkatan keyakinan konsumen ditopang perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Persepsi konsumen yang membaik tercermin dari peningkatan pembelian barang tahan lama. Sementara itu, optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan terutama didukung oleh ekspektasi kegiatan usaha.

"Peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh tingkat pengeluaran responden dan secara spasial kenaikan keyakinan konsumen terjadi pada sebagian besar kota yang disurvei," kata BI.

Hasil survei juga menunjukkan adanya tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang atau hingga Maret 2019 diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tekanan harga pada bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kekhawatiran konsumen terhadap potensi kenaikan harga BBM, khususnya BBM nonsubsidi. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan yang akan datang sebesar 175,2, meningkat dari 174,1 pada bulan sebelumnya.

Pada 6 bulan mendatang (Juni 2019), konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga meningkat disebabkan oleh permintaan yang meningkat selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

"Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang dari 175,1 pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 176,7," sebut keterangan tersebut.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 85 kali