cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...
cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...

Medan(MedanPunya) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara (Sumut)  memiliki sekitar 56 ton daging Kerbau beku. Stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut hinggga beberapa bulan mendatang.

Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi, kepada Tribun, mengatakan, dengan adanya stok tersebut maka kebutuhan daging di Sumut khususnya di Kota Medan cukup aman.

“Harga untuk daging Kerbau beku tersebut juga dijual dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan yaitu Rp 80ribu per kilogram (kg), lebih murah dibandingkan daging yang dijual dipasaran,” ujarnya, Rabu (9/1).

Ia menjelaskan, Bulog juga sudah mengalokasikan daging Kerbau beku tersebut ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami kenaikan harga terutama saat menjelang hari-hari besar seperti pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru kemarin.

“Bulog telah mengalokasikan daging beku tersebut ke Pematangsiantar, Sibolga, Dairi, dan beberapa daerah lainnya yang merupakan daerah rentan mengalami lonjakan harga daging,” jelasnya.

Ia menerangkan, awalnya Bulog melakukan penyetokan untuk mengantisipasi lonjakan saat Natal dan Tahun Baru, ternyata di tahun ini penyerapan untuk daging terbilang rendah yaitu sekitar 20 persen.

“Dengan penyerapan yang rendah tersebut membuat stok daging beku di gudang Bulog masih cukup banyak sehingga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan,” terangnya.

Ia menuturkan, Bulog Sumut juga terus melakukan sosialisasi tentang daging beku tersebut dan banyak juga  masyarakat ternyata menyukainya.

 “Selama ini masyarakat hanya belum terbiasa mengkomsumsi daging beku. Namun saat ini sepertinya masyarakat sudah mulai banyak yang mengkonsumsi daging beku  tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, daging di samping dalam rangka instrument untuk menstabilisasi harga, juga bagian dari bisnis Bulog. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat yang suka maka akan semakin bagus.

“Apalagi memang kualitas daging yang dijual Bulog adalah kualitas yang terbaik sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” ungkapnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 48 kali