cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Jakarta(MedanPunya) Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium mengalami penurunan harga sebesar Rp 100 per liter.

Direktur Eksekutif Research Institute for Mining and Energi (ReforMiner) Komaidi Notonegoro penurunan harga Premium yang lebih kecil dibanding penurunan harga Pertamax cs karena kondisi Pertamina yang masih 'nombok' untuk BBM tersebut.

Memang, Pertamina ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapat penugasan menjual BBM premium di bawah harga keekonomian dan Pertamina harus menanggung selisih harga.

"Kondisi riilnya demikian. Karena sudah lama Premium yang harusnya disesuaikan tetapi belum dilakukan," kata Komaidi, Senin (11/2).

Komaidi menambahkan, harga yang diturunkan dan diputuskan oleh pemerintah sudah mengakomodasi berbagai aspek.

Mulai dari daya beli masyarakat, harga minyak dunia hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Untuk harga, saya kira moderat untuk besaran penurunan yang sekarang ini angkanya wajar," jelas dia.

Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, sejalan dengan itu harga jual Premium untuk di Jawa, Madura, Bali (Jamali) juga diselaraskan dengan di luar Jamali. Sehingga, harga Premium di Jamali turun Rp 100 dari sebelumnya Rp 6.550 per liter menjadi Rp 6.450 per liter.

"Adapun untuk yang Premium, Pertamina juga telah menurunkan harganya menyesuaikan harga dengan harga di Jawa, Bali," katanya di Kementerian ESDM Jakarta.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 160 kali