cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) China berupaya keras untuk mendorong pertumbuhan ekonominya yang saat ini sedang melambat. Memang, pada 2018 ekonomi China hanya tumbuh di angka 6,6% dan merupakan yang terendah sejak 20 tahun terakhir.

Untuk mendorong pertumbuhan, pemerintah China berupaya untuk memotong pajak hingga miliaran dolar AS, meningkatkan investsi infrastruktur dan menggelontorkan kredit ke perusahaan-perusahaan kecil.

Perdana Menteri China Li Keqiang menjelaskan stimulus ini diberikan agar ekonomi China bisa kembali menggeliat setelah sebelumnya sangat lambat.

Berdasarkan sumber, tahun ini pemerintah China memang memangkas target pertumbuhan ekonomi menjadi 6-6,5%. Lebih rendah dibandingkan realisasi 2018 lalu. Hal ini dilakukan karena mulai turunnya permintaan dalam dan luar negeri, serta masalah perang dagang dengan AS yang tak kunjung usai.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi ini memaksa pemerintah untuk memberikan booster yang kuat agar pertumbuhan berkelanjutan. Memang banyak risiko seperti perang dagang turut mengganggu perekonomian sehingga meningkatkan biaya kredit dan mengganggu investasi.

Li menjelaskan pemerintah China telah menghitung dan menargetkan hingga 2 triliun yuan atau sekitar US$ 298,31 miliar pemotongan tarif pajak untuk perusahaan. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur menjadi 13% dari 16%, transportasi dan konstruksi menjadi 9% dari 10%.

Pemimpin China juga mengamati perkembangan akibat melambatnya ekonomi di China, seperti pabrik yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Karena itu pemerintah China juga berupaya membuat 11 juta lapangan pekerjaan baru di perkotaan. Ini untuk mengurangi tingkat pengangguran yang sempat naik 4,5%. Kemudian Li mengatakan pemerintah juga akan mengurangi biaya untuk iuran jaminan sosial menjadi 16%.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 94 kali