cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...

Jakarta(MedanPunya) Rata-rata biaya logistik Indonesia masih kalah efisien dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya. Saat ini rata-rata biaya logistik di Indonesia mencapai 25% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Wihana Kirana Jaya mengatakan angka tersebut lebih tinggi dari Vietnam dan Malaysia di level 13-15% dari PDB.

"Kalau dibandingkan Vietnam terutama Malaysia 13-15% dari PDB," ujar Wihana dalam Dialog Strategis Revolusi Industri 4.0 Industri Pelabuhan dan Pelayaran di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Indonesia disebut masih kalah salah satunya dalam dwelling time. Apalagi jika dibandingkan dengan pelabuhan yang lebih maju di Eropa.

"Indonesia kalau diukur daya saing indikator makronya logistic performance index, dwelling time dan mikro kalah saing," kata Wihana.

Ia menambahkan aturan yang dirilis pemerintah harus mampu mengadaptasi perkembangan teknologi 4.0. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pemanfaatan big data, Internet of Things (IoT) hingga otomasi.

"Port 4.0 sangat dibutuhkan. Bicara big data, Internet of Things, robotik atau semua machine learning itu semua proses harus mulai basically manual didigitalkan," tutur Wihana.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 19 kali