cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...
cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...

Jakarta(MedanPunya) Berdasarkan perhitungan formula harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), rata-rata ICP bulan Maret 2019 mencapai US$ 63,60 per barel, naik sebesar US$ 2,29 per barel dari US$ 61,31 per barel pada bulan sebelumnya.

Peningkatan ini lantaran kekhawatiran pelaku pasar terhadap semakin berkurangnya pasokan minyak mentah global akibat kesepakatan negara-negara OPEC dan beberapa negara Non OPEC untuk tetap melakukan pengurangan produksi sampai dengan akhir Juni 2019, dengan target pengurangan produksi mencapai 1,2 juta barel per hari.

"Faktor lainnya adalah pengenaan sanksi Amerika Serikat (AS) atas ekspor minyak mentah Venezuela dan Iran sehingga menyebabkan pasokan minyak mentah dari kedua negara tersebut berkurang drastis," demikian dikutip dari keterangan Kementerian ESDM.

Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan Maret 2019, pasokan minyak mentah global turun sebesar 0,16 juta barel per hari dibandingkan pasokan bulan sebelumnya menjadi sebesar 99,15 juta barel per hari. Sementara, pasokan minyak mentah OPEC turun sebesar 0,22 juta barel per hari dibandingkan pasokan bulan sebelumnya menjadi sebesar 30,549 juta barel per hari.

Faktor lain adalah terjadinya penurunan pengoperasian oil rig sebanyak 17 unit di Amerika dibandingkan bulan sebelumnya serta proyeksi permintaan minyak mentah global di tahun 2019 naik sebesar 1,24 juta barel dibandingkan permintaan minyak mentah di tahun 2018 menjadi sebesar 99.96 juta barel.

Laporan yang sama juga dipublikasikan oleh, Energy Information Administration (EIA). Organisasi tersebut mencatat adanya penurunan stok minyak mentah AS pada bulan Maret 2019 sebesar 3,6 juta barel menjadi sebesar 442,3 juta barel dibandingkan stok minyak mentah AS pada bulan Februari 2019.

Di samping itu, terdapat penurunan stok gasoline AS pada bulan Maret 2019 sebesar 16,3 juta barel menjadi sebesar 238,6 juta barel dibandingkan stok gasoline AS pada bulan Februari 2019.

Untuk kawasan Asia Pasifik, maintenance pada lapangan minyak Karachaganak dan Kashagan di Kazakhstan dan meningkatnya permintaan produk minyak mentah dari India, seiring dengan berkurangnya ekspor dari Venezuela ke India turut mengoreksi ICP Maret 2019.

Selengkapnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Maret 2019 dibandingkan Februari 2019 mengalami kenaikan, antara lain:

    Dated Brent naik sebesar US$ 2,09 per barel dari US$ 64,03 per barel menjadi US$ 66,12 per barel
    WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,19 per barel dari US$ 54,98 per barel menjadi US$ 58,17 per barel
    Basket OPEC naik sebesar US$ 2,50 per barel dari US$ 63,83 per barel menjadi US$ 66,33 per barel
    Brent (ICE) naik sebesar US$ 2,60 per barel dari US$ 64,43 per barel menjadi US$ 67,03 per barel

Perubahan harga minyak tersebut berpengaruh juga terhadap ICP SLC bulan Maret 2019 mencapai US$ 64,78 per barel, naik sebesar US$ 2,36 per barel dari US$ 62,42 per barel.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 30 kali