cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) International Monetary Fund (IMF) memangkas lagi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi karena meningkatkan ketegangan perdagangan dan kebijakan moneter yang kian ketat oleh Federal Reserve.

IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3,3% tahun ini atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,5%. IMF juga berharap pertumbuhan ekonomi berada di level 3,6% di 2020.

Laporan ini dirilis saat kongres perjanjian Amerika Serikat (AS)-Meksiko-Kanada (USMCA). Perjanjian perdagangan tersebut ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan perwakilan dari Meksiko serta Kanada yang menggantikan perjanjian perdagangan North Atlantic Free Trade Agreement (NAFTA).

"Kecenderungannya bergerak ke bawah. Terjadi karena kegagalan menyelesaikan persoalan tarif membuat biaya yang lebih tinggi dari barang setengah jadi dan impor," bunyi laporan IMF.

USMCA sendiri ditandatangani pada 30 November namun belum juga mendapatkan persetujuan dari kongres. Kesepakatan tersebut harus melalui parlemen yang dikuasai Demokrat dan dikritik oleh Senator Republik Chuck Grassley.

Dia menginginkan tarif barang-barang Meksiko dan Kanada harus diturunkan usai kesepakatan. Namun, Trump belum memberikan sinyal positif.

Selain itu, AS juga sedang berusaha mencapai kesepakatan dengan China, mitra dagang terbesarnya. China menyumbang 16% dari perdagangan global AS, tapi kesepakatan untuk damai masih belum tampak..

Risiko lain terhadap pertumbuhan ekonomi global adalah arah kebijakan bank sentral AS. The Fed mengubur semua ekspektasi karena diperkirakan hanya menaikkan bunga acuannya satu kali tahun ini. Hal lain yang menjadi sorotan juga Brexit yang masih belum menemui kesepakatan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 84 kali