cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Maret 2019. Besaran surplus sebesar US$ 540 juta.

Bila dirinci, pada Maret 2019 BPS mencatat adanya kenaikan ekspor sebesar 11,71% (month on month) menjadi US$ 14,03 miliar. Sementara nilai impornya naik 10,31% menjadi US$ 13,49 miliar.

"Digabung ekspor dan impor maka neraca dagang surplus US$ 0,54 miliar (US$ 540 juta). Surplus ini berasal dari surplus non migas US$ 188 juta. Tapi migasnya meski turun masih defisit. Gas positif tapi minyak mentah defisit," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Meski mengalami surplus di Maret 2019, namun bila ditarik sejak awal tahun atau pada periode Januari-Maret, RI masih mengalami defisit neraca perdagangan.

"Selama Jan-Mar 2019, artinya Indonesia defisit US$ 190 juta," ujar Suhariyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 158 kali