cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada April 2019 sebesar US$ 12,6 miliar. Angka ini turun 10,80% dibanding Maret 2019 (month to month), sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) turun lebih dalam yaitu 13,10%.

"Kalau dibandingkan total nilai ekspor April ke Maret ada penurunan 10,80%. Bisa dilihat kalau yoy turun 13,10%. Turun karena ekspor migas turun 34,95% dan ekspor non migas 8,68%" kata Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Perkembangan harga Maret-April berpengaruh pada neraca perdagangan. Perekonomian cenderung melambat, komoditas fluktuasi, dan geopolitik menjadi sejumlah faktor yang mendorong penurunan ekspor.

"ICP pada Maret 2019 US$ 63,60 per barel, pada April menjadi US$ 68,71 per barel," katanya.

Beberapa komoditas non migas yang naik ekspornya di antaranya cokelat, minyak sawit dan seng.

"Pengaruhnya signifikan karena kontribusi lemak hewan nabati. yang turun batu bara, minyak kernel, timah dan nikel," kata Suharyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 13 kali