cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada April defisit US$ 2,5 miliar. Angka ini berasal dari ekspor pada April 2019 sebesar US$ 12,6 miliar dan impor sebesar US$ 15,1 miliar.

"Nilai impor pada April 2019 itu adalah US$ 15,10 miliar, turun 12,25% jika dibandingkan Maret 2019. YoY turun 6,58%," kata Kepala BPS Suharyanto, Rabu (15/5).

Kenaikan Impor terjadi karena impor migas naik 46,99%, dan non migas naik 7,82%. "Artinya ada beberapa komoditas yang dapat dikendalikan impornya, jadi bisa lebih kecil dibandingkan 2018," katanya.

BPS mencatat perkembangan harga Maret-April berpengaruh pada neraca perdagangan tahun ini. Perekonomian cenderung melambat, komoditas fluktuasi, dan geopolitik menjadi sejumlah faktor yang mendorong penurunan ekspor.

Beberapa komoditas non migas yang naik ekspornya di antaranya cokelat, minyak sawit dan seng. "Pengaruhnya signifikan karena kontribusi lemak hewan nabati. yang turun batubara, minyak kernel, timah dan nikel," kata Suharyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 16 kali