cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed akan menurunkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR). Sri Mulyani menjelaskan arah kebijakan tersebut dikarenakan belum adanya titik temu antara AS dengan China menyudahi perang dagang.

"Kalau anda lihat ini intensitasnya Mei ini baru terasa dan terjadi sehingga kalau dari language-nya, Fed tetap mengatakan bahwa policy mereka data driven, dan mereka confirm bahwa risiko menjadi lebih besar," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Kondisi perang dagang, kata Sri Mulyani dianggap The Fed memberikan risiko tinggi terhadap perekonomian dunia dan AS.

Bahkan, lanjut Sri Mulyani, beberapa analis ekonomi pun sudah memprediksi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali sepanjang tahun 2019.

"Tapi kemarin signal-nya tidak secara firm turun, tapi mereka mengatakan risiko makin besar itu berarti kenaikan tidak terjadi lagi, jeda akan dilakukan dan kemungkinan terjadi penurunan," ujar dia.

Dengan begitu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku Indonesia akan melakukan penyesuaian kebijakan sesuai dengan perkembangan ekonomi dunia.

Adapun, kebijakan mengenai investasi dan ekspor yang akan digenjot oleh pemerintah demi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi tanah air. Apalagi, Indonesia masih diuntungkan dengan ekonomi yang tetap di level 5%.

"Kita tetap harus fokus bagaimana membuat motor penggerak ekonomi kita dari domestik demand kita, selain consumption government spending, kita juga harap investasi bisa pick up. sementara ekspor bisa diminimalkan dampak dari pelemahan global ekonomi," ungkap dia.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 84 kali