cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia ( BI) memastikan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2019 masih tinggi, sebesar 120,3 miliar dollar AS. Meski begitu, nilainya masih lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2019 yang sebesar 124,3 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau setara 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujar Onny.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Onny menambahkan, penurunan cadangan devisa pada Mei 2019 terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu juga berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas valas terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan jelang libur panjang lebaran.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," kata Onny.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 24 kali