cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) Gubernur The Fed Jerome Powell memberi sinyal adanya penurunan suku bunga bulan ini. Langkah ini dilakukan karena masih adanya perang dagang dan pelemahan ekonomi global.

"Tampaknya ketidakpastian dan perang dagang serta perekonomian global membebani prospek ekonomi AS," kata Powel.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump juga menginginkan bank sentral untuk menurunkan bunga acuannya.

"Jika The Fed menurunkan suku bunga, maka ekonomi kita akan meroket," ujarnya.

Ketua Komite Jasa Keuangan Maxine Waters meminta Powell untuk tidak terpengaruh oleh Trump. Powel juga berulang kali mengklaim independensi bank sentral yang dipimpinnya dan tidak terpengaruh dari politik.

Selain perlambatan ekonomi global, risiko lain yang dihadapi AS adalah inflasi yang masih rendah, perang dagang dan utang.

"Kami secara hati-hati memantau perkembangan ini," ujar Powell.

Investor juga sudah memprediksi langkah The Fed yang akan memangkas suku bunganya. Juni lalu, bank sentral AS mempertahankan suku bunganya tapi memberi sinyal untuk menurunkannya tahun ini.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 25 kali