cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) Pemerintah kembali menerbitkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel berbasis online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang. Instrumen ini diberi nama Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007, mirip dengan kode agen cerita fiksi James Bond, 007.

SBR007 hari ini resmi diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Seremonial dilakukan di Almond Zucchini, Jakarta, Kamis (11/7).

"SBR007 itu produk pemerintah untuk membiayai APBN. Jadi ini diterbitkan oleh pemerintah," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman.

SBR007 ini merupakan obligasi negara tanpa warkat. Instrumen ini memiliki karakteristik tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Juga tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa pelunasan sebelum jatuh tempo.

Instrumen investasi ini bisa dibeli dengan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Instrumen ini sudah bisa dibeli mulai hari ini pukul 09.00 WIB hingga penutupan 25 Juli 2019 pukul 10.00 WIB.

SBR007 ini memiliki kupon berjenis mengambang dengan batasan tingkat kupon minimal (floating with floor). Kuponnya akan mengacu pada suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days reverse repo rate.

Penghitungan kuponnya adalah suku bunga acuan BI ditambah spread tetap 1,5%. Untuk tingkat kupon periode 3 bulan pertama (Juli-Oktober 2019) suku bunga acuan yang berlaku diambil di level 6%. Itu artinya kupon yang diberikan 7,5%.

Level 7,5% juga menjadi batasan kupon minimal. Itu artinya meskipun BI menurunkan suku bunga acuannya, kupon SBR007 tetap di 7,5%. Namun jika BI menaikkan suku bunga acuan, kupon SBR007 akan ikut naik.

"Ini penyesuaiannya 3 bulan sekali. Kalau BI rate naik, kupon ikut naik. Tapi kalau BI rate turun ada floor yakni 7,5%," tambah Luky.

Untuk pembayaran kupon pertama kali dilakukan pada 10 September 2019. Selanjutnya kupon akan dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulannya.

SBR007 ini ditetapkan tanggal jatuh temponya pada 10 Juli 2021. Meski tak bisa dicairkan hingga jatuh tempo itu, ada masa early redemption yang jatuh pada 10 Agustus 2020. Namun maksimal yang bisa dicairkan adalah 50%.

SBR007 ini juga memiliki keunggulan dapat dibeli secara online melalui mitra distribusi. Ada 20 mitra distribusi yang dipilih oleh pemerintah, terdiri dari 12 bank umum, 3 perusahaan sekuritas, 3 perusahaan efek khusus berbasis teknologi dan 2 perusahaan fintech peer to peer lending.

Berikut daftar mitra distribusi SBR007; Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Maybank Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia
Trimegah Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale, Nusantara Sejahtera Investama, Investree Radhika Jaya (Investree) dan Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 25 kali