cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya) Harga mata uang kripto, bitcoin turun hingga 11% menjadi US$ 9.590 pada Selasa pagi waktu Amerika Serikat (AS). Padahal nilai bitcoin sempat melonjak signifikan dua minggu lalu akibat adanya sentimen positif akan diluncurkannya Libra oleh Facebook tahun depan. Selain bitcoin, Eterheum juga mengalami penurunan hingga 12% selama persidangan berlangsung.

Munculnya berita peluncuran Libra, membuat harga bitcoin naik turun selama beberapa bulan terakhir. Mengutip CNN Business pada Selasa, Komite perbankan di AS menggelar sidang untuk membahas tentang legitimasi Libra.

Namun sejak Libra diumumkan, regulator keuangan di seluruh dunia telah memberikan peringatan adanya risiko terhadap privasi terhadap konsumen.

Ada potensi ancaman pada bank sentral dan pasar keuangan global dengan munculnya Libra. Ketua Komite Perbankan, Mike Crapo menjelaskan parlemen khawatir tentang Libra dari pada mata uang kripto lainnya. Hal ini karena ada 2,4 miliar pengguna Facebook yang ditakutkan akan membeli dengan cepat mata uang digital tersebut namun hingga saat ini tak ada aturan jelas terkait cryptocurrency.

"Pengumuman Libra mendorong pembuat kebijakan dan regulator untuk mampu menetapkan aturan yang jelas," kata Crapo.

CEO Bittrex salah satu e-commerce blockchain, Bill Shihara menjelaskan dengan adanya peraturan yang jelas justru akan membantu melindungi pasar dan menciptakan banyak inovasi baru.

Dia mengungkapkan perusahaannya dan perusahaan lain sudah menghabiskan ratusan ribu dolar AS untuk mengikuti peraturan keuangan untuk uang digital, dia menilai saat ini aturan masih campur aduk dan tumpang tindih.

"Yang saya sukai dengan Libra ini adalah, ia 'memaksa' regulator untuk memberikan kepastian. Hal ini akan membantu Amerika Serikat (AS) untuk berkompetisi di sektor blockchain," jelas dia.

Dia memprediksi harga bitcoin masih berpotensi turun, karena Libra akan kembali dibahas di depan Komite Jasa Keuangan pada Rabu.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 57 kali