cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya) China tengah mendorong penggunaan mata uangnya, Renminbi untuk transaksi dagang internasional, termasuk dengan Indonesia. Lantas apakah mata China ini bakal menggeser dominasi dolar Amerika Serikat (AS) di pasar internasional?

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengatakan, dalam waktu dekat Renminbi belum akan mampu menggeser Dolar AS sebagai raja mata uang internasional.

"Saya tidak lihat dalam jangka pendek dolar akan tergantikan karena dolar masih raja, karena sebagian besar internasional trading itu dalam US$," kata dia pada diskusi membahas perkembangan Renminbi dalam perdagangan internasional di Energy Building, Jakarta, Kamis (25/7).

Dia menjelaskan, saat ini perdagangan yang dilakukan oleh China sendiri belum sepenuhnya menggunakan mata uang negaranya. Sebagai bisnis masih menggunakan Dolar AS.

"Tiongkok sendiri juga masih sebagian besar menggunakan Dolar AS kalau mereka berdagang," sebutnya.

Namun seiring waktu, dengan pemerintah China mendorong perdagangan internasional menggunakan Renminbi, tak menutup kemungkinan keberadaannya akan terus meningkat.

"Yang jelas Renminbi akan semakin digunakan oleh pemerintah China, dan mereka akan dorong penggunaannya dalam perdagangan dengan negara-negara mitra dagang mereka," jelasnya.

Di Indonesia sendiri, menurut dia upaya mendorong perdagangan menggunakan Renminbi terlihat dari makin banyaknya bank asal China yang berdiri di Indonesia.

"Makanya kita lihat semakin banyak perbankan China atau Tiongkok yang ada di Indonesia sekarang," ujarnya.

Dia menambahkan, kerja sama Indonesia dan China pun kelihatannya akan semakin meningkat dengan adanya program Belt and Road Initiative. Itu nantinya berpeluang meningkatkan penggunaan Renminbi.

"Kalau misalnya Indonesia lebih aktif bekerja sama dalam konteks Belt and Road Initiative, tentu akan lebih banyak proyek-proyek yang akan menggunakan Renminbi," tambahnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 70 kali