cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Jakarta(MedanPunya) Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Tabungan ST seri 004. Penerbitan instrumen investasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman.

Sukuk tabungan ini bisa mulai dipesan mulai 8 Agustus hingga 21 Agustus 2019. ST-005 menawarkan investasi dengan minimum pemesanan adalah satu unit senilai Rp 1 juta dan maksimum 3 ribu unit senilai Rp 3 miliar.

ST-005 memiliki kelebihan berupa kemudahan dalam pembeliannya. Masyarakat dapat mengakses informasi dan pendaftaran Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuk tabungan atau menghubungi 20 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara online.

"Kelebihannya mudah, kalau dulu semua yang mau investasi harus ke bank susah pengurusannya, kami kenalkan platform online e-SBN. Termasuk ST-005 yang berbasis syariah, silakan yang mau beli lewat online," kata Luky, Kamis (8/8).

Luky menjelaskan, jenis imbalan atau kupon sukuk tabungan ini adalah floating with floor dengan tingkat imbalan acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate dengan tenor dua tahun. Tingkat kupon yang berlaku untuk periode pertama, yang akan dibayar pada 10 Oktober 2019 dan 10 November 2019 adalah sebesar 7,4% per tahun.

Jumlah itu berasal dari tingkat imbalan acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon, yaitu sebesar 5,75% ditambah spread tetap sebesar 165 bps (1,65%).
Tingkat imbalan ST-005 untuk periode pertama sebesar 7,95% per tahun tersebut berlaku sebagai tingkat imbalan minimal (floor), tingkat imbalan minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 106 kali