cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 sebesar US$ 126,4 miliar. Dibandingkan dengan posisi terakhir yakni akhir Juli 2019 sebesar US$ 125,9 miliar, maka cadangan devisa kali ini naik sebesar US$ 500 juta.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar US$ 126,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar US$ 125,9 miliar," jelas Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Hernawan dalam keterangan resminya, Jumat (6/9).

Junanto memaparkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Peningkatan tersebut, menurut keterangan Junanto, dilatarbelakangi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

"Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya," ujar dia.

Junanto menuturkan, saat ini bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kemudian, BI juga memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 99 kali