cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) Harga minyak melonjak pada hari Senin, dua hari setelah gangguan minyak terbesar dalam sejarah terjadi. Harga minyak berakhir hampir 15% lebih tinggi pada hari Senin.

Kenaikan harga minyak ini dipengaruhi setelah ladang minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi mendapat serangan dari pesawat tak berawak pada Sabtu (14/9). Pemberontak Houthi Yaman mengaku jadi dalang di balik serangan yang melibatkan 10 unit pesawat tanpa awak atau drone tersebut.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco mengatakan serangan itu memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari atau mencapai 50% dari total produksi harian. serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi tersebut memotong lebih dari 5% dari pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent, ditutup pada $ 69,02 per barel, naik $ 8,80, atau 14,6%, persentase kenaikan ini merupakan yang tertinggi setidaknya sejak 1988. Brent mencatat lompatan terbesar dalam lebih dari 30 tahun di tengah rekor volume perdagangannya.

Sedangkan untuk harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir pada $ 62,90 per barel, melonjak $ 8,05, atau 14,7%. Kenaikan persentase dalam waktu sehari ini merupakan kenaikan terbesar sejak Desember 2008.

"Serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi datang sebagai kejutan dan mengagetkan," kata Tony Headrick, seorang analis pasar energi di St. Paul, Minnesota, pialang komoditas CHS Hedging LLC.

Menurutnya, seorangan tersebut membuat prospek pasokan minyak menjadi kalang-kabut. Menyebabkan gangguan yang tidak terhidari terhadap harga minyak.

Sebagaimana dicatat oleh Bloomberg, kerusakan dan gangguan pasokan minyak yang diakibatkan serangan tersebut lebih besar daripada Revolusi Iran tahun 1979, invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990, dan bahkan selama Embargo Minyak Arab pada tahun 1973.

Namun, pagi ini harga minyak terpantau rontok pagi ini. Pada perdagangan komoditas seperti dikutip Selasa (17/9/2019), harga minyak mentah Brent, bergerak melemah ke $ 68,25 per barel, turun $ 77 cent atau 1,1%. Sedangkan untuk harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 62,08 per barel pagi ini, jatuh $ 82 cent, atau 1,3%.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 172 kali