cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Jakarta(MedanPunya) Pemerintah kembali mengeluarkan obligasi negara ritel dengan seri ORI016. Obligasi bertema Young & Restless ini ditawarkan dengan kupon 6,8% per tahun.

ORI016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN. Instrumen ini ditujukan khusus untuk investor individu Indonesia, jadi jangan harap perusahaan dan investor asing bisa beli ORI016.

"Artinya kalau diperbolehkan instrumen ini dibeli siapa saja pasti dibeli asing dan perusahaan. Tapi pemerintah tidak perbolehkan bahwa ini bukan untuk asing dan perusahaan," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di The Goods Dinner, Jakarta, Rabu (2/10).

ORI016 ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,8% per tahun sampai dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022. ORI016 bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Sehingga berpotensi mendapatkan capital gain.

Pembayaran kupon akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 15. Adapun pembayaran kupon pertama kali dilakukan pada 15 Desember 2019.

"Jadi ini boleh dijual di pasar sekunder setelah 15 Desember. Tapi tentu tidak boleh dijual kepada asing. Meskipun asing sangat suka instrumen investasi pemerintah," tambah Loto

Pemerintah menetapkan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta. Sementara maksimalnya Rp 3 miliar.

Lantaran ditawarkan secara online, proses pemesanan pembelian dapat dilakukan melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. Proses registrasi dapat dilakukan kapan saja, sedangkan tiga proses selanjutnya dapat dilakukan selama periode pemesanan yaitu tanggal 2-24 Oktober 2019.

Pemerintah telah menunjuk 14 bank, 4 perusahaan efek, 3 perusahaan efek khusus teknologi, dan 2 perusahaan financial technology (fintech).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 32 kali